Kematian Pertama Akibat Wabah Ebola Tercatat di Uganda

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1666153647129_1666153656

Petugas Kesehatan yang Menangani Pasien Ebola

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Kesehatan telah mengkonfirmasi bahwa seorang pasien Ebola telah meninggal di sebuah rumah sakit di ibukota Uganda.

Dia adalah korban ke-19 dalam wabah virus mematikan saat ini, namun menjadi yang pertama meninggal di Kampala.

Terdapat 54 kasus yang dikonfirmasi di Uganda tetapi tidak ada kasus lain yang tercatat di kota itu. 20 orang telah pulih termasuk 5 petugas medis dari rumah sakit pertama tempat sebuah kasus dirawat. Mereka dipulangkan pada hari Selasa.

Orang yang meninggal di Kampala tersebut sudah diketahui pihak berwenang berpotensi kontak dengan virus tersebut.

Sekilas Mengenai Pasien yang Meninggal Akibat Ebola

Dia berasal dari luar kota, namun Menteri Kesehatan, Dr Jane Ruth Aceng mengatakan bahwa pria tersebut kabur dari desanya, menyamarkan identitasnya dan mengunjungi tabib di daerah yang berbeda.

Dia meninggal di Rumah Sakit Rujukan Nasional Kiruddu pada Jumat lalu, namun kematiannya baru saja dikonfirmasi.

Dr Aceng mengatakan bahwa tim yang merawatnya waspada terhadap bahaya dan telah melindungi diri, karena pasien tiba di rumah sakit dalam keadaan sakit parah.

Sebanyak 42 orang yang mungkin berhubungan dengannya telah diidentifikasi dan sedang ditindaklanjuti.

Ebola menyebar di antara manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh dan lingkungan yang terkontaminasi. Pemakaman bisa menjadi risiko khusus jika pelayat melakukan kontak langsung dengan jenazah.

Dr Aceng menambahkan bahwa saat ini tidak ada kasus Ebola lain yang dikonfirmasi di Kampala meskipun kota dan kabupaten sekitarnya dianggap berisiko tinggi.

Mengenai Wabah Ebola di Distrik Mubende

Wabah dimulai pada bulan September di distrik Mubende, 80km (50 mil) barat ibukota. Seorang pria berusia 24 tahun menjadi kasus kematian Ebola pertama yang diketahui dan 6 anggota keluarganya juga meninggal.

Sebanyak 4 petugas kesehatan juga termasuk di antara para korban, termasuk seorang dokter dari Tanzania.

Kurangnya Alat Pelindung Diri

Sebelumnya, petugas medis menyatakan keprihatinan tentang kurangnya alat pelindung diri (APD) yang memadai seperti sarung tangan dan masker. Mereka juga menyerukan agar Mubende melakukan karantina.

Namun, Presiden Yoweri Museveni mengesampingkan pembatasan dan mengatakan bahwa Ebola tidak menyebar seperti virus korona, karena Ebola ini bukan penyakit yang ditularkan melalui udara.

Belum Ada Vaksin Ebola

Belum ada vaksin Ebola yang efektif, karena strain Sudan yang beredar di Uganda tengah berbeda dengan strain Zaire yang menyerang Afrika Barat dan Republik Demokratik Kongo dan yang dapat diimunisasi.

Para ahli mengatakan tidak realistis untuk berpikir bahwa Ebola dapat diberantas, namun dengan tindakan cepat dan pelacakan kontak yang efektif maka akan lebih mudah untuk mencegah adanya krisis.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690509825517_1690509834

Share and Care

Penyebab Sudah Makan Banyak Tapi Tetap Kurus

Mediana.id - Banyak orang yang berusaha menurunkan berat badan dengan mengurangi porsi makan atau menghindari makanan tertentu. Namun, ada juga orang yang mengeluhkan sulit menambah berat badan meski
1690964486294_1690963946

Share and Care

Pentingnya Meminum Air Putih

Mediana.id - Minum air putih adalah salah satu kebiasaan sehat yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Air putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, mulai dari mencegah dehidrasi, menjaga ke
1690857527448_1690856965

Share and Care

manfaat infused water

Mediana.id - Infused water adalah minuman yang terbuat dari air putih yang dicampur dengan buah-buahan, sayuran, herbal, atau rempah-rempah. Minuman ini memiliki rasa yang segar dan menyenangkan, sert
Manfaat Sarapan_1690368157

Share and Care

7 Manfaat Sarapan Pagi yang Mungkin Anda Belum Tahu

Mediana.id - Sarapan pagi adalah salah satu kebiasaan sehat yang sering diabaikan oleh banyak orang. Padahal, sarapan pagi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran Anda. Berikut adalah
Indonesia Peringkat Kedua TBC Dunia_1689807227

Share and Care

Indonesia Masih Jadi Negara dengan Kasus TBC Terbanyak Kedua di Dunia

Mediana.id - Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menginfeksi organ tubuh lai