SIAPBELAJAR.COM - Menurut
laporan tahunan Education at a Glance
OECD, yang menyediakan data mengenai pendidikan di seluruh dunia mengungkapkan
bahwa sekitar 48% anak muda di negara-negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) yang berusia
antara 24-34 tahun memperoleh gelar tersier selama setahun terakhir, meningkat
dari 27% pada tahun 2000.
Laporan tersebut
menyatakan bahwa rata-rata pendidikan tersier saat ini merupakan kualifikasi
paling umum di antara orang-orang antara 25 dan 34 tahun dan juga diharapkan
menjadi kualifikasi paling umum di antara orang dewasa usia kerja di
negara-negara OECD.
Lebih lanjut data menunjukkan
bahwa kebanyakan orang dewasa muda yang mendapatkan gelar sarjana, magister atau
doktoral adalah perempuan.
Data menunjukkan bahwa
sebanyak 57% wanita antara usia 25-34 tahun memegang gelar tersier dibandingkan
dengan 43% pria.
Dalam pernyataan yang
dilampirkan pada laporan tersebut, Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann
mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa pendidikan sangat penting
untuk memerangi risiko ekonomi, karena pada saat itu terdapat lebih banyak
orang dengan pendidikan di bawah menengah atas yang menganggur dibandingkan
dengan mereka yang tidak memiliki gelar pendidikan tersier.
“Pada tahun 2021,
tingkat pengangguran rata-rata untuk individu dengan pencapaian tersier adalah
4%, sedangkan 6% untuk mereka yang memiliki tingkat pendidikan menengah atas
dan 11% untuk mereka yang memiliki tingkat pendidikan di bawah menengah atas di
seluruh negara-negara OECD. Demikian juga, pekerja penuh waktu dengan
pencapaian tersier memperoleh rata-rata sekitar 50% lebih banyak daripada
pekerja dengan pencapaian pendidikan menengah atas dan hampir dua kali lipat
dari pekerja tanpa pencapaian pendidikan menengah atas,” kata laporan tersebut.
Tidak Selesai Tepat Waktu
Meski demikian, banyak
siswa di pendidikan tinggi tidak menyelesaikan studi mereka tepat waktu, dengan
hanya 39% siswa sarjana yang lulus dalam periode yang diharapkan untuk program
mereka dan lebih sedikit pria di negara-negara OECD yang menyelesaikan program
studi mereka dibandingkan dengan wanita.
Siswa laki-laki memiliki
persentase 11% lebih kecil kemungkinannya untuk memperoleh gelar tersier selama
masa studi mereka dibandingkan dengan siswa perempuan.
Anggaran untuk Pendidikan Tinggi
Laporan tersebut juga
memberikan data mengenai anggaran yang dikeluarkan untuk pendidikan tinggi,
yang menyatakan bahwa pengeluaran untuk siswa lebih tinggi di tingkat perguruan
tinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan lain di hampir semua negara OECD.
Pada tahun 2019,
pengeluaran per siswa tersier berjumlah $17,600 atau sekitar Rp 274,4 juta,
untuk mereka yang menempuh pendidikan menengah jumlahnya mencapai $11,400 atau
sekitar Rp 177,7 juta, sedangkan pengeluaran untuk siswa di tingkat dasar
adalah $9,900 atau sekitar Rp 154,3 juta.
Peningkatan Pendaftaran
Pendaftaran perguruan
tinggi di negara-negara OECD telah meningkat sebesar 0,4% setiap tahun sejak
tahun 2012. Namun lembaga pendidikan tinggi mengalami peningkatan hanya 1,6%
per tahun dalam pengeluaran selama periode yang sama.
Baru-baru ini, laporan
lain menemukan bahwa hampir 49% dari usia 25-34 tahun di Spanyol menyelesaikan
pendidikan tinggi pada tahun 2021. Laporan “Panorama
of Education: OECD Indicators 2022” juga mengungkapkan bahwa sebanyak 33%
wanita di Spanyol terdaftar dalam gelar program sarjana, 39% dalam program master
dan 41% dalam program PhD.
Saintek
Saintek
Religi
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib