SIAPBELAJAR.COM - Pihak
berwenang Spanyol telah mengumumkan bahwa siswa dari Ekuador yang sedang
melanjutkan studi mereka di Spanyol akan segera dapat bekerja maksimal 30 jam
per minggu karena negara tersebut telah membuat perubahan pada Undang-Undang
Imigrasi.
Menurut pihak berwenang
Spanyol, perubahan Undang-Undang Imigrasi telah disetujui oleh pemerintah dan
perubahan yang akan segera diterapkan tersebut akan menguntungkan siswa yang
sudah berada di Spanyol serta mereka yang akan memilih Spanyol sebagai tujuan
studi mereka di masa depan.
Menyambut keputusan
Spanyol, Duta Besar Ekuador di Spanyol, Andrés Vallejo mengatakan bahwa para siswa
kini dapat menghidupi diri secara finansial sambil menempuh studi.
Selain itu, duta besar menekankan dampak positif dari perubahan yang baru diumumkan dan menekankan bahwa perubahan tersebut juga akan menguntungkan migran terpelajar.
Penyederhanaan Prosedur Pengakuan Gelar Universitas Asing
Selain menyetujui undang-undang yang akan memungkinkan siswa untuk bekerja hingga 30 jam, pihak berwenang Spanyol juga telah mengumumkan bahwa negaranya akan mempercepat serta menyederhanakan prosedur untuk pengakuan gelar universitas asing.
Dewan Menteri Spanyol menyetujui
keputusan khusus tersebut dan aturan baru akan mulai berlaku pada 7 November
mendatang.
Menurut pihak berwenang
Spanyol, sejalan dengan aturan baru, orang asing yang memegang gelar
universitas yang dikeluarkan di negara asal mereka akan dapat membuktikan
melalui prosedur yang lebih efisien bahwa tingkat pelatihan mereka setara
dengan yang dipersyaratkan di Spanyol.
Lebih lanjut, Perfil
menjelaskan bahwa langkah baru ini juga akan memberikan solusi bagi ribuan
pekerja terampil yang saat ini bekerja di Spanyol serta akan menjamin kemudahan
prosedur bagi mereka yang ingin bekerja di Spanyol.
Peningkatan Jumlah Jam Kerja di Kanada
Serupa dengan Spanyol,
Kanada juga telah meningkatkan jumlah jam kerja yang diizinkan bagi siswa
internasional untuk bekerja selama berada di negara tersebut.
Pemerintah Kanada
mengumumkan pada awal bulan ini bahwa mulai 15 November 2022 hingga 31 Desember
2023 siswa internasional, terlepas dari negara asal mereka, yang memenuhi
syarat untuk bekerja di luar kampus akan dapat melakukannya selama berjam-jam
tanpa batas.
Membantu Meringankan Kebutuhan Mendesak
Berita tersebut
dikonfirmasi oleh Menteri Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan, Sean Fraser
yang mengatakan bahwa mengizinkan siswa internasional untuk bekerja sambil
belajar akan membantu meringankan kebutuhan mendesak di banyak sektor dan pada
saat yang sama juga akan memberikan lebih banyak kesempatan bagi mereka untuk
memperoleh penghasilan serta pengalaman kerja yang berharga.
Sebelumnya, dilaporkan
bahwa banyak negara mengizinkan siswa internasional untuk bekerja selama studi
mereka. Umumnya, siswa internasional yang ingin bekerja di negara asing sambil
melanjutkan studi mereka harus mendapatkan izin kerja.
Seniraga
Seniraga
Ekonomi
Saintek
16 April 2026 - 14:13 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
16 April 2026 - 14:12 wib
13 April 2026 - 20:43 wib
13 April 2026 - 20:31 wib