SIAPBELAJAR.COM - Sejumlah
besar mahasiswa University of Manchester
(UoM) yang tinggal di akomodasi milik universitas menolak membayar sewa bulan
ini karena krisis biaya hidup di negara tersebut.
Para mahasiswa
mengatakan bahwa mereka bergabung dengan pemogokan karena krisis biaya hidup serta
akan menuntut pemotongan dari universitas sebesar 30% untuk sewa bulanan dan
kompensasi untuk pembayaran sewa yang telah mereka lakukan sebelumnya.
Penyelenggara aksi
mogok mengatakan bahwa hingga saat ini sudah terdapat lebih dari 150 mahasiswa
yang memutuskan untuk mengikuti aksi. Beberapa telah membatalkan debet langsung
mereka, sementara yang lain mengatakan bahwa mereka akan menolak membayar sewa
setelah 19 Januari.
“Kami tahu bahwa
universitas dapat berbuat lebih banyak untuk membantu mahasiswa menghadapi
krisis ini secara materi. Uang itu ada untuk mendukung mahasiswa UoM tanpa
menipu kami,” kata penyelenggara.
Jumlah Sewa yang Harus Dibayar
Selanjutnya laporan
menyatakan bahwa jumlah yang harus dibayar mahasiswa untuk sewa berjumlah lebih
dari £100,000 atau setara Rp 1,8 miliar karena pembayaran rata-rata selama
semester musim semi sekitar £1,800 atau setara Rp 33,7 juta, sementara
penyelenggara memperkirakan bahwa jumlah total yang mungkin ditahan lebih dari
£300,000 atau setara Rp 5,6 miliar.
Mayoritas Mahasiswa Merasakan Dampak Kenaikan Biaya
Hidup
Menurut data yang
dikumpulkan dari survei Kantor Statistik Nasional yang dilakukan antara bulan Oktober
dan November 2022, sebanyak 91% mahasiswa di Inggris merasakan dampak dari kenaikan
biaya hidup.
Lebih dari sembilan
dari sepuluh mahasiswa juga mengatakan bahwa mereka prihatin dengan
meningkatnya biaya hidup, separuh mahasiswa mengatakan bahwa mereka mengalami
kesulitan keuangan dan satu dari empat mahasiswa melaporkan bahwa mereka tidak
punya pilihan lain selain mengambil utang baru untuk menutupi biaya hidup yang meningkat.
Dari para mahasiswa
yang harus mengambil utang baru, termasuk mereka yang meminjam lebih banyak
uang dari biasanya, sebanyak 66% mengatakan bahwa mereka melakukannya karena
mereka tidak mampu membayar kebutuhan pokok di tengah krisis biaya hidup hanya
dengan pinjaman mahasiswa mereka.
Persentase yang sangat
tinggi yaitu sebesar 77% mahasiswa mengatakan bahwa mereka khawatir krisis akan
mempengaruhi studi mereka dan 34% lainnya mengatakan bahwa mereka cenderung tidak
melanjutkan studi setelah masa studi mereka selesai.
Memengaruhi Kesehatan Mental
Meningkatnya biaya juga
memengaruhi kesehatan mental banyak mahasiswa, dengan 45% melaporkan penurunan
dalam hal ini sejak awal semester musim gugur tahun 2022.
“Dibandingkan dengan
tahun akademik sebelumnya, hal ini jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan mahasiswa
sekitar bulan November 2021 yaitu sebesar 32%, namun jauh lebih rendah daripada
November 2020 yaitu sebesar 65% ketika pembatasan karena pandemi virus corona
diberlakukan,” kata laporan survei.
Saintek
Saintek
Saintek
Seniraga
Seniraga
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib