SIAPBELAJAR.COM - Erdogan mengatakan bahwa jumlah
korban tewas di Turki telah meningkat menjadi 3.549 orang. Lebih dari 1.600
orang dilaporkan tewas di Suriah. Dalam pidato yang disiarkan di televisi,
Erdogan mengatakan keadaan darurat untuk memastikan bahwa pekerjaan
penyelamatan dapat dilakukan dengan cepat di tenggara negara itu.
Dia mengatakan bahwa langkah-langkah itu akan
memungkinkan pekerja bantuan dan bantuan keuangan masuk ke daerah yang terkena
dampak, namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut. Keadaan darurat akan
berakhir tepat sebelum pemilu pada 14 Mei, ketika Erdogan akan berusaha untuk
tetap berkuasa setelah 20 tahun.
Terakhir kali, Turki memberlakukan keadaan darurat
pada 2016 setelah upaya kudeta yang gagal, lalu dicabut dua tahun kemudian.
Perjuangan
Tim Penyelamat
Tim penyelamat di Turki berjuang melawan hujan lebat
dan salju saat mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan korban selamat dari
gempa yang terjadi pada Senin dini hari.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah
memperingatkan jumlah korban mungkin meningkat secara dramatis karena
penyelamat menemukan lebih banyak korban.
Mesin berat bekerja sepanjang malam di kota Adana,
dengan lampu menerangi bangunan yang runtuh dan lempengan beton besar yang
terus berulang di seluruh Turki Selatan. Kadang-kadang pekerjaan berhenti dan
seruan “Allahu Akbar” dikumandangkan ketika seorang yang selamat ditemukan atau
ketika yang tewas ditemukan.
Hasil
Survei Geologi Amerika Serikat
Adana penuh dengan tunawisma, mereka yang kehilangan
rumah dan orang lain terlalu takut gempa susulan kembali terjadi. Beberapa orang
pergi tanpa sepatu, mantel dan charger
telepon. Suhu diperkirakan turun di bawah titik beku pada akhir pekan ini.
Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, gempa
berkekuatan 7,8 Skala Richter (SR) terjadi pada pukul 04:17 (01:17 GMT) pada
hari Senin di kedalaman 17,9 km (11 mil) di dekat kota Gaziantep. Getaran
selanjutnya berkekuatan 7,5 SR dengan pusat gempa berada di daerah Elbistan di
provinsi Kahramanmaras.
Pada Selasa pagi, terjadi kemacetan lalu lintas di
jalan raya utama ke kota Maras, Turki, dekat pusat gempa. Mobil sesekali
merangkak maju, jalan basah diterangi oleh lampu rem merah yang menyala.
Beberapa penyelamat telah berhasil mencapai bagian selatan Turki ini.
Menurut Disaster and Emergency Management
Authority (AFAD) dalam pernyataan terbarunya menyatakan bahwa secara
nasional, sebanyak 8.000 orang telah diselamatkan dari lebih dari 4.700
bangunan yang hancur.
Keterbatasan
Kondisi
Saat gempa susulan berlanjut, tim penyelamat di
beberapa daerah telah menggali puing-puing dengan tangan kosong. Namun kondisi yang
beku menghambat upaya pencarian. Di provinsi selatan Hatay, kantor berita
Reuters melaporkan bahwa terdengar suara seorang wanita meminta bantuan di
bawah tumpukan puing. “Mereka ribut, tapi tidak ada yang datang,” kata seorang
warga yang menyebut namanya Deniz sambil menangis.
Di kota Osmaniye Turki, dekat pusat gempa, hujan
deras menghambat penyelamat. Kota itu tanpa listrik saat dingin dan hujan
turun. Meski suhu sangat dingin, namun terdapat satu keluarga yang berkemah di
jalan, karena takut akan gempa susulan. Setiap kali merasakan gempa susulan,
keluarga itu bergerak mendekat ke tengah jalan.
Dukungan
dari Negara di Seluruh Dunia
Negara-negara di seluruh dunia mengirimkan dukungan
untuk membantu upaya penyelamatan, termasuk tim spesialis, anjing pelacak dan
peralatan. Namun gempa bumi telah menyebabkan kerusakan signifikan pada tiga
bandara di seluruh Turki sehingga menimbulkan tantangan bagi pengiriman
bantuan.
Sedikitnya 1.600 orang kini diketahui telah tewas di
Suriah, tempat jutaan pengungsi tinggal di kamp-kamp di perbatasan Turki.
Turki terletak di salah satu zona gempa paling aktif
di dunia. Pada tahun 1999, sebuah gempa menewaskan lebih dari 17.000 orang di
barat laut, sedangkan pada tahun 1939, sebanyak 33.000 orang tewas di provinsi
timur Erzincan. Gempa ini cukup kuat untuk dirasakan hingga ke Siprus, Lebanon dan Israel.
Trending
Trending
Trending
Trending
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib