SIAPBELAJAR.COM - Sekelompok
mahasiswa, pengajar dan alumni telah menulis surat terbuka ke Universitas
Harvard yang menyerukan universitas untuk mengambil tindakan serta mendukung
orang-orang di Turki dan Suriah setelah gempa berkekuatan 7,8 SR melanda kedua
negara tersebut.
Dalam suratnya kepada
Presiden Harvard, Lawrence S. Bacow, afiliasi mendesak universitas untuk
meningkatkan kesadaran mengenai situasi di Turki dan Suriah setelah gempa bumi,
melalui media sosial, publikasi dan Asosiasi Alumni Harvard. Mereka menyoroti
kebutuhan mendesak untuk menanggapi krisis serta mengatakan bahwa ada suhu beku
dan infrastruktur yang rusak.
Penggalangan Dana
Surat terbuka tersebut
telah ditandatangani oleh lebih dari 650 mahasiswa, alumni dan pengajar. Di
sisi lain, dua asosiasi mahasiswa, Harvard
Society of Arab Students dan Harvard
College Turkish Student Association telah bersatu untuk menggalang dana
bagi orang-orang di Turki dan Suriah yang selamat dari gempa bumi.
Sejauh ini, lebih dari
$30.000 atau setara Rp454,9 juta telah terkumpul dan akan disumbangkan sebagai
bantuan darurat kepada orang-orang di daerah bencana.
“Banyak yang berjuang
untuk menemukan tempat berlindung yang aman, air, makanan dan obat-obatan.
Beberapa organisasi penyelamat dan organisasi nirlaba telah mengerahkan
sukarelawan ke daerah tersebut dan bekerja tanpa lelah sepanjang waktu, namun
mereka membutuhkan semua dukungan yang bisa mereka dapatkan,” bunyi surat itu.
Harapan Bantuan untuk Korban
Gempa
Profesor Studi Turki di
Harvard, Cemal Kafadar yang membantu afiliasi dengan surat mereka mengatakan bahwa
dia sedang menunggu Harvard untuk menanggapi krisis di Suriah dan Turki melalui
medianya, koneksi atau alternatif lain yang dimilikinya, khususnya Presiden
untuk mengeluarkan pernyataan pribadi tentang situasi tersebut.
“Apa yang mereka
harapkan adalah Universitas akan membantu melalui asosiasi alumni, melalui media,
posisi atau koneksinya sehingga membantu kami menyebarkan pesan dan menunjukkan
bahwa ada dukungan kelembagaan di baliknya,” kata Kafadar.
Lebih dari 37.000 orang
tewas setelah gempa besar melanda Suriah dan Turki pada Senin (6 Februari 2023)
dan menjadi gempa paling mematikan yang pernah melanda Turki.
Trending
Trending
Saintek
Saintek
Trending
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib