Surat Terbuka untuk Universitas Harvard

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1676688379992_1676688273

Harvard University

SIAPBELAJAR.COM - Sekelompok mahasiswa, pengajar dan alumni telah menulis surat terbuka ke Universitas Harvard yang menyerukan universitas untuk mengambil tindakan serta mendukung orang-orang di Turki dan Suriah setelah gempa berkekuatan 7,8 SR melanda kedua negara tersebut.

Dalam suratnya kepada Presiden Harvard, Lawrence S. Bacow, afiliasi mendesak universitas untuk meningkatkan kesadaran mengenai situasi di Turki dan Suriah setelah gempa bumi, melalui media sosial, publikasi dan Asosiasi Alumni Harvard. Mereka menyoroti kebutuhan mendesak untuk menanggapi krisis serta mengatakan bahwa ada suhu beku dan infrastruktur yang rusak.

Penggalangan Dana

Surat terbuka tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 650 mahasiswa, alumni dan pengajar. Di sisi lain, dua asosiasi mahasiswa, Harvard Society of Arab Students dan Harvard College Turkish Student Association telah bersatu untuk menggalang dana bagi orang-orang di Turki dan Suriah yang selamat dari gempa bumi.

Sejauh ini, lebih dari $30.000 atau setara Rp454,9 juta telah terkumpul dan akan disumbangkan sebagai bantuan darurat kepada orang-orang di daerah bencana.

“Banyak yang berjuang untuk menemukan tempat berlindung yang aman, air, makanan dan obat-obatan. Beberapa organisasi penyelamat dan organisasi nirlaba telah mengerahkan sukarelawan ke daerah tersebut dan bekerja tanpa lelah sepanjang waktu, namun mereka membutuhkan semua dukungan yang bisa mereka dapatkan,” bunyi surat itu.

Harapan Bantuan untuk Korban Gempa

Profesor Studi Turki di Harvard, Cemal Kafadar yang membantu afiliasi dengan surat mereka mengatakan bahwa dia sedang menunggu Harvard untuk menanggapi krisis di Suriah dan Turki melalui medianya, koneksi atau alternatif lain yang dimilikinya, khususnya Presiden untuk mengeluarkan pernyataan pribadi tentang situasi tersebut.

“Apa yang mereka harapkan adalah Universitas akan membantu melalui asosiasi alumni, melalui media, posisi atau koneksinya sehingga membantu kami menyebarkan pesan dan menunjukkan bahwa ada dukungan kelembagaan di baliknya,” kata Kafadar.

Lebih dari 37.000 orang tewas setelah gempa besar melanda Suriah dan Turki pada Senin (6 Februari 2023) dan menjadi gempa paling mematikan yang pernah melanda Turki.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

fakta yang jarang diketahui tentang turki_1686016432

Trending

7 Fakta Tentang Turki yang Jarang Diketahui

Mediana.id-Beberapa waktu belakangan ini publik ramai membicarakan tentang Turki, terutama saat Turki memasuki pemilihan umum Presiden yang kemudian kembali dimenangkan oleh Erdogan. Turki adalah nega
1677044267769_1677044283

Trending

Turki 6000 Kali Diguncang Gempa

SIAPBELAJAR.COM - Catatan Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD) telah lebih dari 6.000 gempa susulan terjadi usai gempa pertama yang terjadi 6 Februari 2023 dan gempapada hari Selasapekan lalu (21
1676688379992_1676688273

Saintek

Surat Terbuka untuk Universitas Harvard

SIAPBELAJAR.COM - Sekelompok mahasiswa, pengajar dan alumni telah menulis surat terbuka ke Universitas Harvard yang menyerukan universitas untuk mengambil tindakan serta mendukung orang-orang di Tu
1676463070422_1676462991

Saintek

Bantuan dari Universitas Turki dan Suriah untuk Korban Gempa

SIAPBELAJAR.COM - Universitas Turki dan Suriah telah menangguhkan semua kegiatan pendidikan untuk membantu mereka yang terkena dampak gempa berkekuatan 7,8 SR serta gempa susulan yang melanda Turki
1675777789153_1675777702

Trending

Gempa Turki: Erdogan Mengumumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan

SIAPBELAJAR.COM - Erdogan mengatakan bahwa jumlah korban tewas di Turki telah meningkat menjadi 3.549 orang. Lebih dari 1.600 orang dilaporkan tewas di Suriah. Dalam pidato yang disiarkan di televis