Siapbelajar.com - Kebakaran lahan gambut terjadi di Desa Puloe, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya mengatakan bahwa sejak Selasa (24/5) api sulit padam. Ketika pertama kali berita kebakaran lahan gambut di Aceh ini diberitakan beberapa hari lalu, sekira 7 hektare lahan gambut sudah terbakar, namun hingga Selasa (31/5) lalu, api telah menjalar kemana-mana dan luas lahan yang terbakar mencapai 23 hektare.
"Alhamdulilllah, saat ini sebagian besar apinya sudah berhasil dipadamkan,” kata Sekretaris BPBD Nagan Raya Said Nazaruddin.
Said menjelaskan hingga hari ini (3/6) lahan yang terbakar mencapai 26 hektare. Meski demikian titik api yang berada di dua lokasi terpisah, saat ini sudah berhasil dipadamkan oleh petugas. Salah satunya berada di kawasan Desa Pulo Kruet, Kecamatan Darul Makmur, dan Desa Kabu, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, mencapai 19 hektare.
Manggala Agni OKi
Penyebab kebakaran lahan ini masih dalam penyelidikan petugas berwenang, demikian kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Ilyas pada sejumlah awak media. Ilyas menambahkan petugas mengalami kesulitan melakukan pemadaman karena lahan yang terbakar merupakan area gambut, namun aparat gabungan dari BPBD, TNI Polri dan masyarakat setempat berusaha keras dan terus berjibaku memadamkan api.
Baca Juga : Astra Tanam Ribuan Pohon Jelang Hari Lingkungan Hidup 5 Juni
Sumber air juga sulit ditemukan karena lokasi kebakaran jauh dari pemukiman penduduk. Dampak dari kebakaran lahan ini menimbulkan asap tebal yang membumbung ke udara sehingga wilayah Desa Puloe, Kecamatan Darul Makmur diselimuti asap.
Hingga kini upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas BPBD Nagan Raya, dibantu personel TNI, Polri, Polhut, Manggala Agni, karyawan perkebunan, serta masyarakat di sekitar lokasi kejadian. “Saat ini kami juga terus melakukan upaya pendinginan, dengan harapan tidak ada lagi titik api yang muncul nantinya,” kata Said.
Dampak Buruk Karhutla
Seperti diketahui, bahwa di wilayah Sumatera sering terjadi kebakaran hutan,seperti di lahan-lahan gambut provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan dan lainnya. Kebakaran hutan dan lahan terparah pernah terjadi pada tahun 2015 di mana asap karhutla telah menimbulkan berbagai penyakit di bagian pernafasan atau ISPU dan sekolah-sekolah diliburkan karena akttivitas di luar ruangan sangat berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, akibat tebalnya asap jarak pandang menjadi sangat dekat karena terhalang kabut asap. Asap karhutla pun mengakibatkan terhalangnya jadwal sejumlah penerbangan. Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia pun mendapat kiriman kabut asap dari Indonesia.
Trending
Seniraga
Trending
Seniraga
Saintek
05 April 2026 - 21:06 wib
10 August 2023 - 12:55 wib
10 August 2023 - 10:17 wib
10 August 2023 - 10:13 wib
10 August 2023 - 10:10 wib