Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Menjadi Musuh Baru Bagi Peternak Sapi. Banyak mencuat rumor terkait Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) terlebih di kalangan peternak sapi.
PMK ini merupakan wabah virus pada hewan ternak berkuku belah/genap termasuk sapi. Tidak hanya menyerang sapi, hewan seperti kerbau, domba, kambing, rusa, unta dan termasuk hewan liar seperti gajah, bison, jerapah juga bisa terjangkit.
Penyakit mulut dan kuku ini disebabkan oleh viirus tipe A dari keluarga picornaviridae, genus Apthovirus yakni Aphtaee epizootecae. Tergolong penyakit akut yang penyebarannya melalui infeksi virus yang mudah tersebar.
Penyakit PMK ini tidak menular ke manusia. Pada manusia sendiri tidak menimbulkan penyakit, namun untuk para peternak, manusia bisa menjadi perantara menyebarnya penyakit ini diantara hewan ternak.
Baca Juga : Luar Biasa! 30 Ton Sampah Organik Setiap Hari Disulap Menjadi Maggot
Penularan PMK melalui jalur inhlasi (udara/pernapasan), ingesti (pakan/minum), perkawinan (alami maupun buatan), serta kontak langsung/bersentuhan.
Tingkat penularan PMK cukup tinggi, tetapi tingkat kematian hanya 1-5%. Hewan-hewan muda biasnya yang rentan mengalami kematian ketika terpapar penyakit ini. dikutip dari Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan.
Diantara ciri-ciri hewan ternak yang yang terjangkit PMK yaitu, badan terlihat lemah, lesu, kaki pincang, luka pada kuku, menggeretakan gigi, air liur berlebihan, tidak mau makan, dan mulut melepuh.
Masa inkubasi dari penyakit ini 1-14 hari, yakni masa sejak hewan tertular penyakit hingga timbul gejala penyakit. Virus ini dapat bertahan lama di lingkungannya dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, dan susu.
Sebagai tindak pencegahan terjangkitnya hewan ternak dari PMK ada beberapa cara yang bisa dilakukan, meliputi:
Melakukan desinfektan kandang dan peralatan secara berkala setelah selesai digunakan. Karyawan pun wajib melakukan pensterilan supaya tidak berpotensi menularkan.
Setiap ternak yang baru masuk ke lokasi peternakan perlu ditempatkan dulu di tempat yang terpisah atau dikarantina selama 14 hari dan dilakukan pengamatan yang intensif terhadap gejala penyakit.
Bagi ternak yang telah terinfeksi virus, maka ada beberapa metode alternative pengobatan dan pengendalian dengan cara berikut:
Pengobatan pada sapi yang terinfeksi
Melakukan pemotongan jaringan tubuh hewan yang terinfeksi. Kaki yang sudah terinfeksi bisa diterapi dengan chloramphenicol atau larutan cuprisulfat.
Melakukan Injeksi intravena preparat sulfadimidine. Hewan yang terserang penyakit harus karantina yakni dipisahkan dari hewan yang sehat selama masa pengobatan
Pencegahan pada sapi yang sehat
Hewan yang tidak terinfeksi harus ditempatkan dalam kandang yang kering dan dibiarkan bebas jalan-jalan.
Berikan pakan yang cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh hewan yang sehat Pada kaki hewan ternak yang sehat diolesi larutan Cuprisulfat 5% setiap hari selama satu minggu,
kemudian setelah itu terapi dilakukan seminggu sekali sebagai cara yang efektif untuk pencegahan PMK pada ternak sapi.
Keluarga
Keluarga
Trending
Trending
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib