Tanggapan Dosen Unpad dan Unair terhadap Penemuan Obat PMK Warga Bandung

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

1

0

Trending
1657334958763_1657334966

Ramuan Obat PMK dari Warga Bandung, Ini Kata Dosen di Unpad dan Unair

SIAPBELAJAR.COM- Setiap penemuan zat yang ditujukan sebagai obat harus melalui banyak tahapan, tak terkecuali dalam ilmu kedokteran hewan. Dosen Kedokteran Hewan di Universitas Padjadjaran, Endang Yuni Setyowati, mengatakan itu saat ditanya tentang obat penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak ramuan seorang warga Bandung.

Ramuan asam laktat bernama Obat Luar Organik Serbaguna atau OLOS itu langsung ditolak saat ditawarkan ke instansi terkait penanganan wabah PMK. Namun, saat dicoba langsung pada sapi sakit di Pengalengan dianggap memberi pengaruh kepada kondisi sapi yang membaik.

Harus Melewati Penelitian

Menurut Endang, tahap penelitian harus dilalui, dimulai dari mengetahui kandungan zat aktif pada setiap bahan yang digunakan dalam OLOS. 

“Caranya dengan meneliti sifat bahan aktifnya,” katanya pada Jumat, 8 Juli 2022.

Tahap selanjutnya meneliti sifat-sifat bahan aktif bila bercampur dengan bahan aktif lainnya. Kemudian melakukan pengujian di laboratorium secara in vitro atau menggunakan media kultur, dan menentukan komposisi bahan yang terbaik sebagai obat. Formula itu lalu diujikan kembali menggunakan hewan percobaan serta pengujian di lapangan.

Baca Juga: Pesantren Ciamis Sukses Produksi Jamur Merang Kemasan Kaleng

Semua tahap uji itu, menurut Endang, dilakukan berkali-kali dan hasil penelitiannya dipublikasikan untuk mendapatkan kritik dan saran dari ahli di bidangnya. 

“Penelitian pun dilakukan oleh periset di bidang yang sesuai,” ujarnya menambahkan.

Pengakuan SYS

Seperti diketahui, peramu OLOS adalah Simon Yudistira Sanjaya, 58 tahun, yang mengaku lulusan Teknologi Pangan Universitas Pasundan pada 1990. Racikannya ditawarkan untuk mengatasi penyakit mulut dan kuku yang kini banyak menyerang sapi peternak.

 “Saya semprotin ke kaki sapi yang sudah tiga hari ngadeprok tidak mau berdiri, beberapa menit kemudian sapi itu berdiri,” katanya, Kamis 7 Juli 2022.

Selain pada bagian kaki, penyemprotan juga dilakukan pada bagian mulut sapi yang mengalami seperti sariawan dan mengeluarkan cairan berbuih. 

Baca Juga: Kemenkes Kembangkan Robotic untuk Oprasi

Menurut Simon, dia membuat racikan itu dari 11 jenis buah seperti pisang, salak, pepaya, jeruk, lemon, jambu batu, rambutan, strawberry, bayam, tomat, dan mentimun.

“Dari semua bahan yang dipakai itu, yang dikejar adalah asam laktatnya,” kata dia. Asam laktat yang dihasilkan itu memiliki tingkat keasaman pH 4.

Endang mengatakan, asam laktat adalah produk dari proses fermentasi. Bahan yang bisa difermentasi menurutnya bermacam-macam, bisa yang mengandung karbohidrat, sayur, dan buah. Adapun penggunaan asam sitrat dalam penanganan penyakit mulut dan kuku adalah sebagai desinfektan. 

“Dalam kondisi asam, maka virus menjadi tidak aktif,” ujarnya.

Guru Besar di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, C.A. Nidom, menerangkan yang sama bahwa virus PMK yang menjadi inaktif di lingkungan pH rendah seperti asam laktat. Tapi Nidom menambahkan kalau inaktivasi ini hanya mengubah virus utuh menjadi RNA virus, yang mungkin berubah menjadi virus PMK lagi.

"Jadi, selain diberi asam laktat, juga pembuangan limbah harus diperhatikan untuk mencegah aktivasi virus PMK itu," kata pendiri Profesor Nidom Foundation di Surabaya, Jawa Timur, ini.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1668926783037_1668926773

Saintek

Seruan Universities UK Kepada Pemerintah untuk Mendukung Riset & Inovasi

SIAPBELAJAR.COM - Universities UK, organisasi yang mewakili 140 universitas di Inggris Raya, meminta pemerintah untuk meningkatkan investasi dalam penelitian dan inovasi untuk jangka panjang karena
1661856666065_1661857674

Trending

Penemuan Alat Pengusir Burung Bertenaga Surya

SIAPBELAJAR.COM- Burung sering menjadi hama sebelum padi dipanen. Petani harus selalu waspada agar padi di sawah bisa terselamatkan.Petani biasanya merangkai tali dan kaleng-kaleng untuk mengusir buru
1661664756858_1661664782

Keluarga

Ahli Ungkap Manusia Bisa Punya Kembaran meski Bukan Saudara

SIAPBELAJAR.COM - Di situasi dunia saat ini, ada banyak orang yang mungkin pada akhirnya memproduksi manusia dengan sekuens DNA yang mirip, kata Manel Esteller, periset dari Josep Carreras Leukaemi
1661599527949_1661599552

Trending

Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Sungai Texas

SIAPBELAJAR.COM - Jejak kaki dinosaurus berusia 113 juta tahun yang lalu ditemukan oleh seorang pengawas Taman Lembah Dinosaurus Taman Negara bagian Texas, Amerika serikat pada Rabu (24/8). "Ini
1657334958763_1657334966

Trending

Tanggapan Dosen Unpad dan Unair terhadap Penemuan Obat PMK Warga Bandung

SIAPBELAJAR.COM- Setiap penemuan zat yang ditujukan sebagai obat harus melalui banyak tahapan, tak terkecuali dalam ilmu kedokteran hewan. Dosen Kedokteran Hewan di Universitas Padjadjaran, Endang Yun