Mengenal Dollar Cost Averaging yang Banyak Dibicarakan Investor Kripto

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Ekonomi
1654583213713_1654583684

Dollar cost averaging adalah strategi untuk mengelola risiko harga saat Anda membeli saham

Apa itu dollar cost averaging? Istilah yang kini banyak dibahas oleh orang-orang yang tertarik dengan investasi kripto, di sisi lain investasi ini adalah kegiatan yang beresiko baik untung ataupun rugi yang pada akhirnya membutuhkan perhitungan cukup matang.

Karena itu, salah satu cara cerdas yang disarankan para ahli investasi adalah menerapkan dollar cost average (DCA).

Dengan metode DCA, Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan sekaligus meminimalkan risiko kerugian investasi. Bagi investor pemula, strategi ini patut menjadi bahan rujukan dan coba diterapkan dalam berbagai instrumen seperti saham, reksa dana, emas dan sejenisnya.

Mengutip laman Forbes, bahwa dollar cost averaging adalah strategi untuk mengelola risiko harga saat Anda membeli saham, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), atau reksa dana. Berinvestasi dalam sekuritas tertentu pada satu waktu, dengan satu harga pembelian, dollar cost averaging membagi jumlah uang yang ingin Anda investasikan dan membeli dalam jumlah kecil dari waktu ke waktu secara berkala.

Dan hal ini mengurangi risiko kemungkinan Anda membayar terlalu banyak sebelum harga pasar turun. Dengan kata lain, dollar cost averaging adalah strategi investasi secara rutin di setiap periode, misalnya setiap bulan dalam jumlah yang sama tanpa mempedulikan atau memperhatikan harga nilai aktiva bersih per unit Reksa Dana.

Seperti diketahui, bahwa pergerakan harga aset kripto yang cenderung volatil membuat investor perlu cerdik dalam menentukan strategi investasi. Volatility atau volatilitas, sebuah istilah yang akan sangat sering Anda temui jika berinvestasi pada instrumen saham atau valuta asing yang merupakan gambaran atas ketidakpastian atau risiko atas perubahan harga pada pasar modal, meski demikian para pengamat saham mengganggapnya tak selalu berdampak buruk pada investasi.

Cara investor untuk meminimalisasi kerugian, salah satunya dengan menggunakan strategi dollar cost averaging yang membuat ia lebih leluasa karena tak harus selalu memantau pergerakan harga saat akan menjual atau membeli asset dan konsisten membeli aset kripto dalam jumlah yang sama pada jangka waktu tertentu. Bagaimana Sahabatbelajar.com? Apakah Anda sudah siap berinvestasi di kripto?      

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1665980502917_1665980509

Saintek

University of Florida Memperoleh Sumbangan Terbesar dalam Sejarah

SIAPBELAJAR.COM - University of Florida (UF) telah mengumumkan telah menerima dana sebesar $100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun dari Dr. Herbert dan Nicole Wertheim Family Foundation, yang merupak
1661043630038_1661043724

Ekonomi

GoTo Menjadi Primadona di BEI

SIAPBELAJAR - GoTo menjadi peraup dana terbesar sejauh ini. Sebanyak 43 perusahaan baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total dana yang terhimpun Rp27,67 triliun.
1660968052497_1660968063

Ekonomi

Investasi Irlandia untuk Membuat Perguruan Tinggi Lebih Ramah dan Lebih Mudah Diakses

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan Tinggi dan Lanjutan, Penelitian, Inovasi dan Sains Irlandia, Simon Harris mengumumkan bahwa tambahan €40 juta atau sekitar Rp 597,3 miliar akan diinvestasikan
1660555183607_1660555194

Saintek

Jabar Bakal Jadi Pusat Investasi ASEAN, SDM Harus Bersaing

SIAPBELAJAR.COM – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan, visi Jabar ke depan membutuhkan peran dan kebijakan pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan
1660265994643_1660266110

Ekonomi

Kepercayaan Terhadap Kripto di Australia Semakin Tinggi

SIAPBELAJAR.COM - Investasi kripto di Negeri Kanguru menjadi yang terpopuler nomor 2 setelah saham. Data tersebut mereka dapat dari hasil survei yang dilakukan terhadap 1.053 investor ritel.