SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno,pada laman instagramnya kembali bereaksi tentang topik terhangat dalam pekan ini, mengenai reaksi netizen yang tak surut hingga berita ini ditulis, Selasa malam (7/6).
Pada postingan instagram @sandiuno ia menuliskan dengan menyertakan tangkapan layar sebuah headline di laman kompas yang berbunyi: Borobudur lebih dari sekadar destinasi, ini peradaban dunia yang perlu dilestarikan!
Dan berikut narasi yang tertera dalam caption postingan IG @sandiuno selengkapnya:
Borobudur lebih dari sekadar destinasi, ini peradaban dunia yang perlu dilestarikan!
Kerja keras kita untuk membangkitkan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat, dan tetap memperhatikan kelestarian alam dan budaya!
Kita harus memikirkan bagaimana dampak sosio-ekonomi masyarakat dari pariwisata yang kita jalankan, yaitu pariwisata yang berkualitas dan berbasis komunitas.
Baca juga: Pengumuman Naiknya Harga Masuk ke Candi Borobudur, Jawa Tengah Menuai Reaksi Netizen
Fokus kepada pemulihan ekonomi masyarakat sekitar dengan mengedepankan aspek edukasi dan sustainability. Candi Borobudur ini sudah berusia ribuan tahun, dan sangat terdampak karena kunjungan wisatawan yang sangat banyak, serta menimbulkan keausan ekosistem dari bangunannya.
Oleh karena itu, untuk melestarikan Candi Borobudur, kapasitas kunjungan juga harus dibatasi guna meminimalkan kerusakan. Pembatasan kunjungan menjadi 1.200 orang ini bukan pendekatan komersial, namun hasil kajian dari para ahli. Sebagai upaya memastikan Borobudur sebagai situs warisan budaya dunia yang harus kita jaga, demi pariwisata berkelanjutan.
Berdasarkan penelusuran Siapbelajar.com, nampaknya Menparekraf ingin menjawab beragam komentar yang ada dalam beberapa postingan IG sebelumnya terkait harga tiket naik ke Candi Borobudur yang masih masih menjadi perhatian para netizen.
Lucunya, ada pula yang memberikan komentar dengan sebuah pertanyaan menggelitik seperti yang ditulis oleh akun @aazedodo Pertanyaannya KENAPA PAK LUHUT YANG UMUMIN PAK?.
Trending
Seniraga
Trending
Seniraga
Saintek
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib