Jelang Idul Adha Penularan PMK Memburuk

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Trending
1654658391813_1654658421

Pengobatan sapi terjangkit PMK di Aceh

SIAPBELAJAR.COM - Satu bulan menjelang Idul Adha, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Robi Agustiar menuturkan bahwa penyebaran PMK kian memburuk.

"Kita sudah SOS ini kalau boleh saya bilang. Kalau bisa dikatakan peternak menangis, ini peternak menangis saat ini," kata Robi

Data Kementerian Pertanian per 2 Juni 2022 menunjukkan bahwa 57.732 hewan ternak mengalami sakit dengan gejala PMK di 127 kabupaten dan kota di 18 provinsi. Sebagian telah terkonfirmasi positif terinfeksi PMK, sedangkan sebagian lainnya masih berstatus suspek.

Baca juga: Bicara Sampah Tak Ada Habisnya, Paper Hope Hiasi Taman Hutan Kota Tasikmalaya

Di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jawa Barat, sebanyak 1.194 sapi perah telah terinfeksi PMK maupun menjadi suspek sejak 17 Mei 2022 hingga saat ini

Penanganan yang Serius

Pakar dari Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Rochadi Tawaf, mendesak pemerintah menetapkan status KLB secara nasional, tidak hanya di empat kabupaten. Selain itu, pemerintah perlu mempercepat pengadaan vaksin untuk melindungi hewan ternak yang belum tertular.

Tetapi menurut Sofyan Sudrajat, menyediakan vaksin pun bukan perkara mudah. Sebagai negara yang selama 30 tahun terakhir bebas dari PMK, Indonesia tidak memiliki stok vaksin.

Sedangkan antibodi hewan-hewan ternak tidak lagi mengenali virus tersebut sehingga menjadi lebih mudah tertular.

Untuk memproduksi vaksin sendiri di dalam negeri pun, kata Sofyan, butuh waktu paling tidak enam bulan untuk menemukan isolat, mengembangkannya ke proses produksi, hingga melakukan uji klinis.

Satu-satunya cara untuk mempercepat pengadaan vaksin adalah dengan mengimpor dari luar negeri.

Kementerian Pertanian dalam rapat kerja dengan DPR, Kamis pekan lalu, mengusulkan rencana impor 3 juta dosis vaksin dari Prancis, yang pada tahap awalnya akan tiba sebanyak satu juta dosis.

Namun sembari menunggu vaksin datang, Sofyan mengingatkan pentingnya terus memitigasi wabah sebelum menyebar.

Apalagi menjelang hari raya Idul Adha, mobilitas ternak akan meningkat drastis. Tanpa pengawasan ketat, Sofyan khawatir wabah penyakit mulut dan kuku "semakin merajalela". 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1687130028329_1687130055

Religi

Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idul Adha 1444 H Kamis 29 Juni

Mediana.id - Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1444 H jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Keputusan ini diambil setelah Sidang Isbat Penetapan Awal Zulhijah 1444 H yang dige
1686905638740_1686905651

Religi

Libur Idul Adha 2023 Berapa Hari? Ini Penjelasan Pemerintah

Mediana.id - Umat Islam di Indonesia akan merayakan hari raya Idul Adha 1444 H/2023 pada bulan Juni mendatang. Namun, ada kemungkinan perbedaan tanggal perayaan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Hal
1673443513781_1673443527

Saintek

Kebijakan Terbaru Vaksinasi Covid-19 di University of Illinois

SIAPBELAJAR.COM - University of Illinois System telah mengumumkan bahwa pihak universitas tidak akan lagi mewajibkan mahasiswa dan karyawannya untuk melakukan vaksinasi Covid-19.Dalam pesan baru-bar
1664249332763_1664249333

Saintek

Aturan Vaksinasi Covid-19 di Oakland University

SIAPBELAJAR.COM - Universitas telah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa untuk tahun ajaran 2022/2023, semua mahasiswa, dosen dan staf yang ingin menghadiri studi di Oakland University (OU), keg
1662448703776_1662448718

Trending

Pertama di Dunia! China Setujui Vaksin Hirup Covid-19

SIAPBELAJAR.COM - China menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin hirup Covid-19 atau Inhaled Covid Vaccine.Dibuat oleh CanSino, vaksin hirup ini memiliki bahan yang mirip dengan vaksin yang dis