SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, vaksin untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak akan mulai datang pada pekan depan. Adapun rencananya, Kementan akan mengimpor vaksin sebanyak 3 juta dosis.
“Vaksin (PMK) minggu depan udah datang. Kami terus berupaya percepat,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah di Gedung KPPU, Kamis (9/6).
Baca juga: Jawa Barat Pastikan Hewan Kurban Bebas Penyakit PMK
Nasrullah menyebut, vaksin PMK diimpor dari berbagai negara. Namun, Ia tidak memerinci dari mana saja asal negara vaksin tersebut.
Dia menambahkan, vaksin PMK akan diberikan kepada hewan ternak sehat yang berada di wilayah terpapar PMK.
Artinya, hewan ternak yang telah terpapar penyakit mulut dan kuku tidak diberikan vaksin.
Ia menyebut, hewan ternak akan disuntik satu dosis vaksin. Lalu, 6 bulan kemudian, hewan ternak tersebut akan diberikan vaksin yang kedua (booster).
Nasrullah mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan PMK. Ia belum bisa memastikan apakah wabah PMK akan menjadi pandemi atau tidak.
"(Skemanya) ketika vaksin datang, besoknya langsung (disuntik vaksin ke hewan ternak)," terang Nasrullah.
Sementara, ia masih terus memantau perkembangan PMK di dalam negeri. Nasrullah belum bisa memastikan apakah wabah itu akan menjadi pandemi atau tidak.
"(Berpotensi atau tidak jadi pandemi) saya belum bisa jawab, mudah-mudahan vaksin datang dapat terkendali dengan baik, itu doa kami," katanya.
Ia berharap peternak tak panik dengan wabah PMK. Hal ini agar tak terjadi panic selling jelang Idul Adha.
“Saya belum bisa jawab, mudah-mudahan vaksin datang dapat terkendali dengan baik, itu doa kami," ujar Nasrullah.
Ia menyatakan, virus PMK pada hewan tidak menular ke manusia.
“Pemerintah serius menangani PMK, kita berupaya semaksimal mungkin,” ucap Nasrullah.
Trending
Ekonomi
Trending
Saintek
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib