Bus listrik Universitas Indonesia untuk mendukung kegiatan Presidensi G20 di Bali, Oktober 2022
SIAPBELAJAR.COM - Pengembangan kendaraan listrik
nasional untuk penciptaan industri otomotif di tanah air bernilai sangat
strategis mengingat alat transportasi merupakan hal yang sangat vital sebagai
penggerak perekonomian.
Kementrian Perindustrian mengharapkan, penguasaan teknologi otomotif perlu sebanyak mungkin menggunakan bahan baku di tanah air, sehingga kemandirian industri dapat tercapai. Dan, Indonesia telah menyatakan kesiapan memasuki era kendaraan listrik.
Tekad tersebut diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk Transportasi Jalan.
Penetapan roadmap pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) telah diisyaratkan melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap EV dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN).
Baca juga: Cara Mendapatkan Skin Gojek di PUBG Mobile Gratis dan Permanen
”Regulasi ini berfungsi sebagai petunjuk atau penjelasan bagi stakeholder industri otomotif terkait strategi, kebijakan dan program dalam rangka mencapai target Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor hub kendaraan listrik,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di laman Kementerian Perindustrian.
Presidensi G20
Seperti diketahui, Indonesia dalam beberapa bulan ke depan akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada November 2022 yang akan dilaksanakan di Bali. Di mana pelaksanaan Presidensi G20 merupakan momen penting bagi Indonesia untuk menunjukan komitmen dalam mendorong penurunan emisi dengan penggunaan teknologi ramah lingkungan seperti mobil listrik.
G20 adalah forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) yang merepresentasikan lebih dari 60 persen populasi bumi, 75 persen perdagangan global, dan 80 persen PDB dunia. Selama pelaksanaan Presidensi G20 akan didukung oleh kendaraan listrik produksi Indonesia.
Bus Listrik Universitas Indonesia Siap Uji Tipe
Melalui Siaran Pers Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (10/6), LPDP mengungkapkan, salah satu kendaraan listrik yang digunakan untuk transportasi G20 adalah bus listrik ukuran besar hasil riset Research Center for Advance Vehicle Universitas Indonesia (RCAVe-UI) dan PT Mobil Anak Bangsa (PT MAB) yang penelitiannya didanai oleh LPDP melalui program Riset Inovatif Produktif (RISPRO).
Bus listrik ini merupakan hasil penelitian panjang selama kurang lebih 10 tahun yang mencakup rangka platform, sistem penggerak, sistem rem, sistem kontrol, inverter, dashbord, hingga sistem AC.
Proses yang telah dijalani menghasilkan output yang tidak hanya berupa produk fisik (tangible), tetapi juga output dan outcome yang tak ternilai (intangible) diantaranya adalah talenta periset kendaraan listrik mulai dari dosen, mahasiswa (S1, S2, S3), kekayaan intelektual (KI), peningkatan kapasitas lembaga dan lain-lain.
Saat ini Bus Listrik Universitas Indonesia telah siap untuk dilakukan uji tipe dan akan digunakan untuk mendukung kegiatan Presidensi G20 di Bali pada bulan Oktober 2022.
Penyerahan Bus Listrik kepada Pemerintah Republik Indonesia dilaksanakan pada Jumat 10 Juni 2022 di Balai Sidang UI dan dilanjutkan uji coba Bus Listrik di area Lapangan Rotunda Universitas Indonesia.
Kegiatan Penyerahan Simbolis Bus Listrik UI untuk mendukung pelaksanaan G20 indonesia diantaranya dihadiri oleh Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Andin Hadiyanto, Agus Gumiwang Kartasasmita (mewakili Menteri Perindustrian Republik Indonesia), Taufik Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) dan Direktur Utama PT Mobil Anak Bangsa, Kelik Irwantono.
Direktur Utama LPDP menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung hilirisasi riset strategis terutama terkait kendaraan listrik agar nantinya kita dapat menghadirkan produk-produk modern yang ramah lingkungan karya anak bangsa.
Ia berharap dukungan dana dari LPDP dan kontribusi semua pihak mampu memberikan dampak yang nyata dalam mendukung ekosistem inovasi di Indonesia.
Saintek
Saintek
Trending
Trending
Trending
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib