3 Kelompok yang Berhak Menerima Daging Kurban

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Religi
1657419738734_1657420216

Golongan yang berhak memakan daging kurban dan terbagi dalam tiga kelompok

SIAPBELAJAR.COM - Dalam agama Islam, ibadah kurban merupakan ibadah spesial terlebih bila melihat dari persfektif siapakah yang berhak menerima daging kurban yang ritus penyembelihannya dilakukan hanya pada saat momen Hari Raya Idul Adha saja.

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah SWT “  ( HR. Muslim )

Siapbelajar.com merangkum berbagai keutamaan ibadah kurban dari berbagai sumber, bahwa ada banyak hikmah dari adanya hari Raya Idul Adha terkait penyembelihan hewan kurban.

Pertama, kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban. Kedua, berkurban adalah ciri ke-Islaman seseorang. Ketiga, ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling di sukai Allah SWT. Keempat, berqurban membawa misi kepedulian pada sesama, dan meggembirakan kaum dhuafa. Dan kelima, berqurban adalah bagian dari syiar agama Islam

Keistimewaan Kurban

Bila puasa merupakan ibadah yang berhubungan antara rasa kenyang dan lapar, antara siapa yang kenyang dan siapa yang lapar, sementara zakat merupakan hubungan antara orang kaya dan miskin. Maka, kurban menjangkau khalayak yang lebih luas lagi dengan prinsip kesetaraan, meskipun memiliki garis yang sama, yakni kepekaan sosial.

Hal tersebut membuktikan kurban merupakan ibadah yang mampu menyatukan berbagai kalangan, serta meruntuhkan hijab dengan membuang sekat-sekat perbedaan strata dan status sosial.

Baca Juga: Astra Serahkan Ribuan Hewan Kurban ke 34 Provinsi Jelang Idul Adha 1443 Hijriah

M. Quraish Shihab menyatakan dalam Tafsir Al-Mishbah bahwa orang yang berkurban boleh memakan daging hewan kurban sebagai bantahan terhadap tradisi masyarakat jahiliyyah yang enggan memakan hewan kurban.

Dalam Alquran Allah SWT, Berfirman:

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. al-Hajj [22]: 36)

Dari sini digambarkan golongan yang berhak memakan daging kurban dan terbagi dalam tiga kelompok, di mana prinsip kesetaraan sangat jelas terlihat, dengan menyebutkan siapa saja yang berhak menerima hewan kurban yakni, Pertama, orang yang berkurban. Kedua, orang-orang yang berkecukupan. Dan ketiga, orang miskin & Fukoro. 

Tafsir Al-Sya'rawi

Al-Sya’rawi dalam tafsirnya mengatakan bahwa salah satu bentuk rahmat Allah kepada kaum fakir adalah lewat ibadah kurban. Allah menetapkan aturan bagi orang kaya diperintahkan untuk membeli hewan kurban, menyembelih lalu membersihkannya dan memberikan daging kurban kepada kaum fakir.

Sementara, kaum fakir duduk di rumahnya sambil beristirahat dan kemudian menerima hantaran daging kurban. Bukti bahwa Allah Aza Wajalla mendatangkan rizki dari keutamaannya secara mudah dan memperlihatkan betapa indahnya persaudaraan kaum muslimin.

Allah memuliakan kaum fakir dengan menjadikan sebuah tanggung jawab (kewajiban & hal yang nyaris wajib) bagi orang kaya seperti kurban, zakat dan lainnya. Sementara hal tersebut tidak berlaku beban bagi fakir miskin. 

Dalam ibadah kurban, Allah Aza Wajalla menginginkan agar sesama manusia lebih mengedepankan persaudaraan dan kemanusiaan. Dari sini terlihat bahwa Allah kembali menegaskan yang menjadi pertimbangan bagi-NYA adalah ketakwaan seorang hamba yang menyatakan dirinya sebagai beragama Islam.

Bahkan, ketika sejak turunnya wahyu kepada Nabi Ibrahim AS untuk melakukan penyembelihan anak semata wayangnya Ismail, semata Alllah hanya ingin menguji ketaqwaan Nabi Ibrahim terhadap perintah-NYA, sehingga pisau yang sangat tajam pun tak sanggup menembus kulit Ismail. Akhirnya penyembelihan Ismail pun batal, lalu digantikan dengan ghibas yang dibawa dari surga.

Semoga dengan ibadah kurban menumbuhkan rasa persatuan dan jiwa kemanusiaan menjadi lebih kuat dan diberkati Allah SWT.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1699259146853_1699259169

Religi

Tiga Musibah yang Menimpa Umat yang Menjauhi Ulama

Mediana.id -  Ulama adalah pewaris para nabi dan lampu-lampu di bumi. Mereka adalah orang-orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, dan akhlak yang mulia. Mereka adalah orang-ora
1689579361722_1689579375

Trending

Hari Libur 1 Muharam 1445 H: Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama 2023

Mediana.id - Hari Libur 1 Muharam 1445 H akan segera tiba. Bagi umat Islam, ini merupakan hari yang menandai awal tahun baru dalam kalender Hijriah. Hari Libur 1 Muharam 1445 H juga menjadi salah satu
1689578110505_1689578125

Trending

Hari Besar Islam 1 Muharam 1445 H: Sejarah Amalan dan Larangan

Mediana.id - Hari Besar Islam 1 Muharam 1445 H akan segera tiba. Bagi umat Islam, ini merupakan hari yang memiliki sejarah, amalan, dan larangan yang perlu diketahui. Berikut ini adalah ulasan lengkap
1687920815766_1687920829

Religi

Doa Menyembelih Hewan Qurban: Bacaan Arti dan Tata Caranya

Mediana.id - Menyembelih hewan qurban adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu. Ibadah ini dilakukan pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk pen
1687529690554_1687529769

Religi

Fudail bin Iyadh : Perampok yang Bertaubat dan Menjadi Seorang Sufi

Mediana.id - Fudail bin Iyadh adalah seorang sufi dan ulama yang terkenal dengan ketaqwaan, kezuhudan, dan kecintaannya kepada Allah SWT. Namun, sebelum ia menjadi seorang sufi dan ulama, ia adalah se