Ilustrasi – Anak-anak muda sekarang mempunyai kemampuan lebih baik, terutama dalam penguasaan teknologi
SIAPBELAJAR.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga
Uno, mengajak generasi milenial dan Z menjadi agen perubahan. Ada tiga aset
penting yang dimiliki anak-anak muda saat ini. Apalagi jumlah mereka mencapai
55 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai 270 juta jiwa.
Tiga aset penting itu, pertama, kreativitas melalui
penciptaan ide-ide kreatif di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan
lingkungan yang berkelanjutan. Kedua, kekayaan intelektual sebagai pembentuk
nilai kreasi. Ketiga, adanya kemampuan wirausaha yang lebih unik dibandingkan
generasi sebelumnya.
“Hal itu ditandai dengan munculnya keberanian dalam mengambil keputusan berisiko tinggi tetapi tetap memberi keuntungan serta lebih proaktif. Indonesia butuh anak-anak muda seperti itu,” tandas Sandi dalam pertemuan Pre-Summit 4 Y20 Indonesia bertajuk Diversity and Inclusion yang diadakan secara hibrida di Manokwari, Papua Barat, 18-19 Juni 2022.
Baca juga: Ukraina akan Melarang Buku dan Musik Rusia di Media dan Ruang Publik
Kuasai Teknologi
Dalam acara yang merupakan Side Event dari
rangkaian Presidensi G20 Indonesia itu, juga dihadiri Menteri Pemuda dan
Olahraga Zainuddin Amali yang diwakili Asisten Deputi Bidang Kemitraan dan
Penghargaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Wisler Manalu.
Dalam sambutannya Menpora menyatakan, pendidikan inklusif
dan ekonomi kreatif menjadi dua hal penting yang harus dilakukan. Menurutnya, berfokus
pada peningkatan kapasitas dan kualitas SDM generasi muda menjadi cara paling
ampuh untuk mencapai pembangunan sosial.
Hal senada disampaikan Direktur Wahid Foundation, Yenny
Wahid. Ia menyoroti pentingnya peran anak muda sebagai penentu pembangunan
sosial. Apalagi saat ini dunia sudah sangat bergantung kepada kehadiran
anak-anak muda, karena mempunyai kemampuan lebih baik dibandingkan generasi
sebelumnya, terutama dalam penguasaan teknologi.
Namun ia mengingatkan sejumlah tantangan yang sedang
dihadapi anak-anak muda di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Seperti
meningkatnya kasus kekerasan seksual dan perundungan di sekolah serta
lingkungan masyarakat.
Situasi seperti itu membuat sekolah dianggap sebagai tempat
yang tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi mereka. “Semestinya sekolah
menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak-anak muda untuk belajar,
berkarya, dan menetaskan ide-ide kreatif mereka di samping mendapatkan ilmu
pengetahuan yang bermanfaat," tandas Yenny.
Ia mengajak anak-anak muda memanfaatkan ruang-ruang yang
tersedia untuk berkumpul, menciptakan suasana yang aman dan nyaman sehingga dapat
dihasilkan pemikiran-pemikiran berkualitas. ***
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib