SIAPBELAJAR.COM - Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi membuka program studi sarjana (S1) Rekayasa Kosmetik. Program studi ini merupakan program studi pertama di Indonesia dan bekerja samas dengan PT Paragon Technologi & Innovation (PTI) dengan produknya Wardah, Make Over, dan Emina.
Kolaborasi
Itera dan PTI tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2019, dengan satu komitmen
tujuannya untuk mendirikan program studi yang fokus di bidang kosmetik. Setelah
izin keluar, Itera akan mulai menerima pendaftaran mahasiswa baru melalui
beberapa jalur penerimaan mahasiswa tahun 2022.
Dalam program studi ini nantinya mahasiswa dapat mengembangkan atau menciptakan produknya sendiri. Program studi ini di harapkan menghasilkan lulusan analisis laboratorium kosmetik, peneliti, wirausahawan, dan profesi terkait lainya.
Prodi baru ini berdasarkan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 337/E/O/2022 tentang Izin pembukaan Program Studi Rekayasa Kosmetik yang disahkan pada 24 Mei 2022.
Penerimaan prodi tersebut melalui Seleksi Mandiri SMMPTN-Barat yang pendaftarannya dibuka 1 April – 27 Juni 2022, Ujian Saringan Masuk Prestasi Khusus (USM-PK) 11 – 19 Juli 2022, dan Ujian Saringan Masuk Prodi Baru (USM-Prodi Baru) 11 – 20 Juli 2022.
Baca juga: Nasi Tutug Oncom (TO) Khas Tasikmalaya Melegenda Sejak 1930
Memaksimalkan Potensi
Rektor Itera Prof Mitra Djamal mengatakan, pendirian Prodi Rekayasa Kosmetik merupakan respon Itera terhadap kebutuhan sumber daya manusia terampil di bidang kosmetik yang saat ini banyak dibutuhkan.
Selain itu, kata dia, berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, permasalahan krusial dari industri kosmetik di Indonesia adalah kuatnya gempuran produk kosmetik dari luar negeri yang mendominasi pasar nasional.
Menurutnya, industri kosmetik dalam negeri 90 persen masih mengandalkan bahan baku impor, padahal persediaan sumber daya alam di Indonesia sangat melimpah untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produk kosmetik. Untuk itu, dibutuhkan para tenaga terampil dan ahli yang dapat memanfaatkan potensi tersebut.
“Indonesia masih cukup tertinggal jauh perkembangan industri kosmetik dari negara lain karena masih kurangnya SDM yang mumpuni,” kata Prof Mitra Djama, Ahad (19/6/2022).
Ia mengatakan, Itera bersama PTI hadir untuk membentuk SDM yang siap guna. Prodi Rekayasa Kosmetik dibuka karena potensi sumber daya alam yang melimpah di Indonesia khususnya di Sumatra, sehingga perlu dimaksimalkan lagi agar memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat Sumatra dan Indonesia.
Prodi Rekayasa Kosmetik di bawah Jurusan Teknik Produksi dan Industri sub Jurusan Teknik Proses Hayati. Plt. Kepala Jurusan Teknik Produksi dan Industri Itera Prof Deny Juanda Puradimaja mengatakan, pembelajaran di Prodi Rekayasa Kosmetik fokus pada proses pembuatan dan pengembangan kosmetik dimulai dari hulu hingga ke hilir.
Prodi ini juga menawarkan spesialisasi ilmu kerekayasaan, formulasi, analisis, pengembangan dan pemasaran produk kosmetik yang tidak ada di institusi lainnya di Indonesia.
Trending
Trending
Saintek
Saintek
Share and Care
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib