Beasiswa S2 di Luar Negeri untuk Sang Jurnalis Tunanetra

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1656040939933_1656041163

Cheta Nilawati, Jurnais Tunanetra yang dapat Beasiswa S2 dari Australia Awards Scholarships

SIAPBELAJAR.COM - Memiliki kekurangan pada indra penglihatan tak membuat Cheta Nilawaty patah semangat untuk belajar. Ia dinyatakan tunanetara saat berusia 34 tahun.

Di usia yang terbilang tidak lagi muda untuk ukuran mahasiswa pada umumnya, alumni Universitas Padjajaran (UNPAD) ini justru mampu mencetak prestasi yang membanggakan

Dulu Cheta bukanlah penyandang disabilitas. Namun, takdir menggariskannya menjadi tunanetra setelah ia mengalami ablasio retina atau sobeknya retina. Kejadian ini berlangsung pada 2016 lalu.

Di tahun 2022 ini Cheta Nilawaty genap berusia 40 tahun dan kado terindahnya berkesempatan mendapatkan beasiswa S2 dari Australia Awards Scholarships

Baca jugaKorban Kecelakaan Pesawat Susi Air di Papua Selamat

Menjadi Seorang Jurnalis

Cheta menamatkan studi S1 di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2005 silam. Setelah lulus, ia sempat bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pernah juga ia bekerja sebagai customer service di Citibank.

Hingga sekitar akhir 2006 awal 2007 ia mengikuti seleksi di Tempo dan diterima sebagai jurnalis sejak 2007 hingga sekarang.

"Selama 2007 sampai 2022 ini saya belum pernah sekolah lagi jadi ini saya S2, master. Saya memulainya di usia yang cukup tua, sekarang saya masuk usia 40 tahun," ceritanya.

Peluang Datang di Saat yang Tepat

Keinginan Cetha untuk studi lanjut memang sudah ada sejak dulu. Ia memutuskan untuk mencari beasiswa karena keterbatasan ekonomi. Ia mulai berburu beasiswa sejak ia masih bisa melihat.

Melepas Beasiswa Pemerintah Korea Demi Rawat Sang Ibu pada 2012 Cetha lolos seleksi beasiswa dari pemerintah Korea, Korean Government Scholarship Program (KGSP). Namun, kesempatan tersebut tidak diambil karena pada waktu yang bersamaan ibunya sakit.

Sebagai anak tunggal, Cetha lantas memilih untuk melepas beasiswa studi di Korea dan merawat sang ibu meskipun awalnya sempat dilema. Waktu itu, ia juga harus mengembalikan stipend living yang sudah diberikan sebesar Rp 5 juta.

"Tentu saya milih jaga ibu saya karena ibu saya nggak bisa diulang ya. Tapi kalau masa muda, cita-cita masa muda insya Allah kalau masih semangat pas udah tua itu masih bisa dikejar," ucapnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1665079056614_1665079172

Trending

Kemendag Ajak Insan Pers Ikut Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Perdagangan mengundang para insan pers untuk mengikuti lomba karya tulis dan foto jurnalistik dengan topik penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37. Tema yang diu
1658924626269_1658924655

Saintek

5 Beasiswa S1-S3 di Jepang

SIAPBELAJAR.COM - Jepang masuk kedalam 5 besar Negara favorit pilihan pelajar Indonesia untuk berkuliah.dan Jepang rutin memberikan kesempatan beasiswa bagi pelajar Indonesia setiap tahunnya, mulai
1658914178913_1658914267

Saintek

Beasiswa Chevening S2 Mulai Dibuka 2 Agustus 2022, Simak Syaratnya!

SIAPBELAJAR.COM - Beasiswa chevening S2 merupakan program beasiswa Internasional dari pemerintah inggris untuk melanjutkan studi S2 ke inggris.Mahasiswa S2 yang telah diterima melalui beasiswa ini,
1658390008476_1658390038

Trending

Beasiswa S2 Kemenag Bagi Guru Madrasah, Dibuka 25 juli 2022!

SIAPBELAJAR.COM  - Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah bertekad untuk terus memperbaiki kualifikasi guru madrasah. Salah satu upaya yang dilakukan
16;9 (27)_1658042117

Keluarga

Siapa Bilang Punya Pasangan Jurnalis Nggak Punya Waktu Kencan?

SIAPBELAJAR.COM - Profesi seorang jurnalis atau reporter memiliki jam kerja yang lebih padat dibandingkan dengan kebanyakan orang dari bidang lain. Profesi jurnalis tidak mengenal jam kerja nine-to-fi