SIAPBELAJAR.COM - Sebagian besar di antara kamu akan melanjutkan kuliah setelah lulus sekolah nanti kan? Kira-kira, mau kuliah di mana? Apakah universitas negeri atau swasta? Apa pun pilihannya, pastikan itu kampus yang tepat untukmu.
Selain menentukan tempat kuliah, satu hal lain yang perlu kamu persiapkan yaitu biaya kuliah.
Bahkan, hal ini seringkali menjadi persoalan banyak calon maba. Maka dari itu, penting sekali mengetahui rincian biaya kuliah sedini mungkin sebelum daftar universitas negeri maupun swasta.
Mungkin kamu sering mendengar bahwa biaya kuliah tidak murah. Sebenarnya, biaya tersebut terdiri dari apa saja sih?
Sebelum bahas lebih dalam, kamu harus tahu, biasanya saat kamu lolos PTN, biasanya akan ada 2 biaya kuliah, yaitu uang pangkal dan uang kuliah tunggal.
Baca juga: Mendikbudristek Membuka Program PembaTIK dan KIHAJAR STEM 2022
Biar lebih jelas, yuk, kita bahas satu per satu biaya untuk kuliah.
Uang Pangkal
Uang pangkal itu apa? Uang pangkal adalah biaya masuk perkuliahan yang dibayarkan satu kali di awal kuliah. Biaya kuliah ini cenderung diterapkan di kampus swasta. Sering disebut juga sebagai Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). Kalau di PTN, kamu tidak perlu membayar uang pangkal ketika diterima lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN.
Namun, berbeda ketika kamu mendaftar jalur Mandiri PTN, biasanya akan ada biaya awal masuk semacam uang pangkal yang harus kamu bayar.
Kenapa Uang Pangkal Mahal
Nominal uang pangkal biasanya tidak murah, karena biaya operasional perguruan tinggi ditanggung juga oleh universitas itu sendiri, tidak 100% oleh pemerintah. Tapi, tidak semua PTN menerapkan uang pangkal dan uang pangkal bisa berbeda tiap universitas dan jurusan.
UKT
Komponen biaya kuliah ini identik dengan kampus negeri di Indonesia. Setelah dinyatakan lolos PTN, kamu akan diminta membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT). Biaya kuliah ini tidak hanya dibayar satu kali seperti uang pangkal, melainkan per semester sampai kamu lulus kuliah.
Penerapan UKT. tergantung kampus yang kamu tuju. Berapa biaya kuliah per semesternya sesuai kebijakan masing-masing kampus.
Kalau UKT dihitung berdasarkan prinsip berkeadilan dengan mempertimbangkan kemampuan tiap mahasiswa. Biasanya, UKT dipisahkan menjadi beberapa golongan, tinggal ditentukan saja kemampuan keluarga kamu nantinya masuk ke golongan mana.
Kenapa UKT Berbeda
Karena UKT memiliki sistem subsidi silang, mahasiswa yang memiliki UKT lebih tinggi dapat membantu mahasiswa dengan UKT lebih rendah, sehingga rata. UKT bermanfaat menekan biaya perkuliahan, sehingga mahasiswa dengan ekonomi menengah tetap bisa berkuliah.
Share and Care
Saintek
Ekonomi
Ekonomi
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib