Serikat Mahasiswa di Jerman Menentang Rencana Negara Bagian Bavaria untuk Memperkenalkan Biaya Pendidikan untuk Siswa Non-Uni Er
SIAPBELAJAR.COM - Deutsches Studentenwerk (DSW) sebuah asosiasi serikat mahasiswa yang beranggota 57 mahasiswa mengaku keberatan dengan rencana negara bagian Bavaria untuk memperkenalkan biaya pendidikan bagi siswa dari negara-negara non-Eropa.
Menurut DSW, biaya kuliah dapat merusak kemungkinan kesempatan dan internasionalisasi siswa yang dapat mengakibatkan lebih sedikit siswa internasional yang datang ke negara bagian.
“Biaya kuliah merupakan hambatan sosial dalam mengakses pendidikan tinggi; mereka adalah racun untuk kesempatan yang sama. Ada konsensus luas tentang hal ini dalam masyarakat dan politik. Di Bavaria, parlemen negara bagian terakhir memberikan suara untuk penghapusan biaya kuliah umum pada tahun 2013, setelah salah satu referendum Bavaria yang paling sukses sebelumnya memilihnya,” kata Sekretaris Jenderal DSW, Matthias Anbuhl.
Baca juga: Netflix Kembali Melakukan PHK
Tantangan Mahasiswa Asing di Jerman
Survei sosial mengenai situasi ekonomi dan sosial menunjukkan bahwa kesulitan keuangan terkait studi merupakan tantangan utama bagi sekitar 325.000 mahasiswa asing di Jerman.
Siswa internasional yang berencana untuk belajar di Jerman harus membuktikan bahwa mereka memiliki dana yang cukup untuk mendaftar di universitas, yang berjumlah €10.300 atau sekitar Rp. 156.467.300.
Namun, biaya nyata untuk belajar di luar negeri menyebabkan mereka mengalami kesulitan keuangan yang besar, terutama biaya sewa.
Alokasi Dana Diatur Pemerintah Jerman
Sementara Free State of Bavaria bermaksud untuk memperkenalkan biaya kuliah untuk siswa internasional dari negara ketiga seperti yang diatur oleh Undang-Undang Inovasi Pendidikan Tinggi yang baru, Kementerian Pendidikan dan Penelitian Federal secara tidak proporsional membagikan bagian dana yang lebih besar untuk siswa internasional.
Lebih khusus lagi, 30% dana dialokasikan untuk serikat mahasiswa selama pandemi untuk para siswa internasional, sehingga menunjukkan upaya nasional untuk mempertahankan siswa ini.
Biaya kuliah yang direncanakan di Bavaria dianggap sangat merusak tujuan internasionalisasi pemerintah federal dan negara bagian, dan hal tersebut bukan sarana yang memadai untuk mengkonsolidasikan anggaran negara karena administrasi universitas berada di bawah tekanan yang cukup besar.
Hal ini terutama terlihat di Baden-Württemberg, di mana pengenalan tersebut telah menyebabkan penurunan tajam dalam jumlah siswa internasional dari negara-negara non-Uni Eropa. Negara bagian North Rhine-Westphalia telah menyatakan menentang pengenalan biaya tersebut, juga karena upaya administratif yang diperpanjang.
Alasan Jerman Menjadi Negara Tuan Rumah bagi Siswa Internasional
Pengecualian dari biaya kuliah adalah keunggulan lokasi strategis dari negara bagian Jerman dalam internasionalisasi sistem universitas dan juga merupakan salah satu alasan mengapa Jerman tetap menjadi salah satu negara tuan rumah non-Inggris yang paling penting bagi siswa internasional di seluruh dunia, berdiri di belakang Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.
Jumlah Mahasiswa Internasional di Jerman
Jumlah mahasiswa internasional di Jerman diperkirakan
mencapai 416.437 orang, dengan mayoritas berasal dari China (40.122), India
(28.542), Suriah (16.931), dan Austria (13.612).
Bavaria adalah negara tuan rumah kedua dengan siswa
internasional terbanyak yaitu sekitar 48.625 orang dan berdiri tepat di
belakang North Rhine-Westphalia dengan total 73.881 siswa.
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib