Pendidikan Khusus, Sekolah yang Dapat Mencerahkan Kehidupan Anak-anak Penyandang Disabilitas
SIAPBELAJAR.COM- Sebuah vidoe klip Zhang Huiyu, seorang gadis Cina tunanetra dengan penuh semangat melafalkan "Ode to the Yellow River" baru-baru ini menarik perhatian online.
Remaja berusia 16 tahun ini merupakan siswa kelas tujuh di Sekolah Pendidikan Khusus Tianshui di kota Tianshui Provinsi Gansu, barat laut Tiongkok. Ia menderita katarak kongenital, oleh karenanya Zhang menghadapi tantangan berat dalam belajar.
"Kami tidak tahu ada sekolah pendidikan khusus untuk orang buta sampai federasi penyandang disabilitas Tianshui menghubungi kami. Kami mengirimnya ke sekolah tersebut setelah kami mengunjunginya" kata kakek Zhang.
Baca juga: Polemik Kebijakan Beli Minyak Goreng Curah Menggunakan Peduli Lindungi
Inspirasi
“Ketika saya di sekolah dasar biasa, saya mengalami kesulitan belajar dan saya tidak dapat membaca kertas dengan jelas dalam ujian. Tetapi ketika saya datang ke sekolah pendidikan luar biasa, saya bahkan menemukan seorang guru yang buta total, yang menginspirasi saya untuk bekerja keras menjadi guru pendidikan khusus di masa depan," kata Zhang.
Mengenai Sekolah Disabilitas
Dibuka pada tahun 1986, Sekolah Pendidikan Khusus Tianshui saat ini memiliki 38 kelas dan 430 siswa. Sekolah ini memiliki departemen untuk pelatihan kecerdasan, tunarungu dan tunanetra serta Sekolah Menengah Kejuruan.
Di departemen pelatihan kecerdasan, siswa belajar mengenai keterampilan hidup, kebiasaan kerja, dan beberapa pengetahuan bahasa dan matematika dasar, serta menerima pelatihan rehabilitasi.
Bagi siswa tunarungu, setelah
menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun, mereka dapat memasuki Sekolah Menengah
Kejuruan dan kemudian mengikuti ujian masuk perguruan tinggi nasional
"gaokao" khusus untuk siswa tunarungu.
"Dalam dua tahun terakhir,
57 siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan kami telah berpartisipasi dalam 'gaokao'
khusus, dan 34 dari mereka telah diterima di perguruan tinggi dan universitas"
kata Dong Wuyan selaku Kepala Sekolah Pendidikan Khusus Tianshui.
Untuk siswa di departemen tunanetra, setelah menerima wajib belajar sembilan tahun, mereka akan melanjutkan ke sekolah menengah atau berintegrasi ke dalam masyarakat dengan keterampilan kejuruan yang mereka peroleh.
Wajib Belajar Sembilan Tahun
Peraturan China tentang pendidikan bagi penyandang disabilitas mensyaratkan akses ke wajib belajar sembilan tahun untuk semua anak usia sekolah dan remaja penyandang disabilitas. Tidak ada sekolah yang diizinkan untuk menolak permohonan mereka untuk bersekolah. Persyaratan disederhanakan sebagai "cakupan penuh dan nol penolakan."
Untuk 61 siswa penyandang disabilitas yang tidak dapat bersekolah, Sekolah Pendidikan Khusus Tianshui menawarkan pendidikan dari pintu ke pintu, mengatur guru untuk mengajar mereka di rumah.
Sekolah juga telah meningkatkan fasilitasnya, dilengkapi dengan ruang baca, ruang pelatihan sensorik dan ruang pijat dalam beberapa tahun terakhir. Selain kursus dasar, sekolah ini juga telah menciptakan banyak klub termasuk bola basket, Tai Chi, dan catur.
"Dari 2016 hingga 2020, kami menerapkan dua rencana peningkatan pendidikan khusus yaitu mendirikan sekolah pendidikan khusus di semua kabupaten dan distrik dengan populasi lebih dari 300.000" kata Shen Jianling selaku Direktur Biro Pendidikan Kota Tianshui.
Pendidikan Kebutuhan Khusus
Hingga akhir tahun 2020, angka partisipasi wajib belajar anak dan remaja penyandang disabilitas di Provinsi Gansu mencapai 96,81%, dan terdapat 44 sekolah luar biasa untuk wajib belajar.
Pada bulan Januari, Kementerian
Pendidikan China bersama dengan otoritas terkait, merilis sebuah rencana aksi
untuk meningkatkan pengembangan pendidikan kebutuhan khusus dengan tujuan
mencapai tingkat partisipasi 97% untuk anak-anak usia sekolah penyandang
disabilitas di wajib belajar pada tahun 2025.
Trending
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib