Kementerian Luar Negeri & Diplomat Asing Mengadakan Pembicaraan Tentang Masalah Visa untuk Pelajar India
SIAPBELAJAR.COM - The Ministry of External Affairs (MEA) atau Kementerian Luar Negeri di India telah mengadakan pembicaraan dengan rekan-rekan internasionalnya tentang penunjukan visa bagi siswa dari India.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arindam Bagchi mengatakan bahwa diskusi yang dia sebut sebagai konstruktif dilakukan dengan diplomat dari Australia, Kanada, Selandia Baru, Amerika Serikat, Inggris, Republik Ceko, Jerman, dan Polandia.
“Pejabat senior MEA yang berurusan dengan Australia, Kanada, Republik Ceko, Jerman, Selandia Baru, Polandia, Inggris & AS telah berdiskusi konstruktif dengan Kepala Misi terkait/diplomat senior negara-negara ini tentang pelurusan visa pelajar untuk warga negara India,” tulis Bagchi di Twitter.
Baca juga: Dukungan untuk Siswa dan Akademisi yang Tergusur oleh Perang di Ukraina
Memperjelas Proses Visa
Pihak berwenang India mendesak Kepala Misi dan perwakilan lain yang berpartisipasi dalam diskusi untuk memperjelas proses visa bagi pelajar India.
“Mereka setuju untuk tetap terlibat dalam pelonggaran lebih lanjut dan proses pelacakan cepat karena adanya aliran mahasiswa telah saling menguntungkan,” tulis Bagchi.
Banyak pelajar India telah melaporkan penundaan yang lama dalam pemrosesan visa. Para mahasiswa ini telah berjuang untuk kembali ke kampus mereka di negara-negara tersebut meskipun membayar biaya untuk program studi mereka.
Penyebaran Siswa
India telah menjadi sumber besar siswa internasional di seluruh dunia, bahkan menyalip Cina dalam beberapa kasus.
Menurut Immigration World, sebuah platform online yang menyediakan informasi mengenai visa, imigrasi, dan lainnya menyatakan bahwa tedapat 1.133.749 pelajar India di luar negeri pada tahun 2021 dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 1.800.000.
Laporan Open Doors 2021, sebuah survei tahunan oleh Institute of International Education (IIE) tentang mobilitas siswa pendidikan tinggi internasional, mengungkapkan bahwa India mengirimkan sejumlah pelajarnya ke negara bagian AS.
Menurut data, Illinois, Texas, Massachusetts, New York, dan
California adalah tujuan studi teratas pada tahun 2021 untuk pelajar dari
India.
Di Texas, yang pada tahun 2021 menerima 67.428 siswa internasional, 21,8% siswanya berasal dari India, melampaui China yang menempati peringkat kedua dengan 18,9%.
Data dari Universities and Colleges Admissions Service
(UCAS) untuk program sarjana mulai musim gugur ini mengungkap bahwa jumlah
siswa India juga meningkat sebesar 11% di Inggris.
Sementara itu di Australia, badan tertinggi untuk sektor
pendidikan tinggi Universitas Australia mengatakan bahwa Australia-India
Economic Cooperation and Trade Agreement (AI ECTA), kesepakatan yang
ditandatangani antara kedua negara pada 2 April 2022 akan memperkuat pendidikan
tinggi dan hubungan penelitian antara Australia dan India.
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib