SIAPBELAJAR.COM - Universitas Sheffield Hallam telah mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan gelar yang ditawarkannya dalam sastra Inggris untuk tahun akademik 2023/2024.
Menurut dosen Sastra Inggris di Sheffield Hallam, Mary Peace keputusan tersebut muncul sebagai tanggapan atas pengumuman pemerintah yang tidak akan lagi mendanai gelar di mana 60% mahasiswa tidak memiliki pekerjaan yang sangat terampil dalam waktu enam bulan.
Menuai Kritik
Universitas telah dikritik oleh para ahli di bidangnya, termasuk oleh penulis pemenang penghargaan Philip Pullman yang dalam sebuah wawancara dengan Guardian menyebut pemerintah sebagai ‘pemerintah barbar’.
Ia pun menambahkan bahwa tanpa sastra, seni, musik, tarian, dan drama orang-orang dari berbagai kalangan usia akan menderita secara mental dan emosional.
Baca juga: Jepang Dilanda Gelombang Panas, Terparah dalam 150 Tahun Terakhir
“Studi sastra seharusnya tidak menjadi kemewahan bagi minoritas kaya yang memiliki estetika manja dan istimewa, tetapi merupakan sumber kebenaran dan kehidupan berharga yang kita semua berhak dapatkan,” kata Pullman.
Menyusul pengumuman tersebut, penulis naskah drama dan penulis skenario James Graham, mengatakan bahwa dia tidak akan menjadi penulis jika tidak ada gelar seni dan humaniora.
Kursus Gabungan
Universitas akan terus menawarkan kursus gabungan bahasa Inggris dan sastra, namun siswa tidak dapat mengajukan permohonan untuk gelar ini lagi.
Data dari Universities and Colleges Admissions Service (UCAS), sebuah organisasi yang berbasis di Inggris yang bertujuan untuk membantu proses permohonan untuk universitas di Inggris, menunjukkan bahwa penerimaan untuk studi dalam bahasa Inggris turun 32% antara 2012 dan 2021, dari 9.480 menjadi 6.435.
Selama upacara Educate North Awards 2022, Universitas Sheffield Hallam dinobatkan sebagai "University of The Year" karena jumlah lulusan yang diharapkan mendapatkan pekerjaan berkualitas.
Komitmen Universitas
Sheffield Hallam menawarkan beasiswa kepada siswa berbakat yang mencari suaka di Inggris. Hal tersebut merupakan salah satu dari banyak cara universitas tetap berkomitmen untuk mendukung pengungsi yang menjadi anggota komunitasnya.
Beasiswa mencakup biaya sekolah dan siswa juga menerima dana yang dapat digunakan untuk menutupi biaya studi mereka.
Akhir-akhir ini setelah adanya perang di Ukraina, Sheffield Hallam bekerja sama dengan Universitas Teknologi dan Desain Nasional Kyiv untuk memberikan dukungan kepada mahasiswa dan akademisi dari Ukraina.
Saat ini, universitas
memiliki tujuan untuk membangun kolaborasi dalam pengajaran dan penelitian, termasuk
mobilitas mahasiswa dan staf.
Berkat dukungan yang diberikan kepada pencari suaka untuk
melanjutkan studi dan penelitian di institusi tersebut, pada tahun lalu Universitas
Sheffield Hallam juga dinobatkan sebagai University of Sanctuary.
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib