SIAPBELAJAR.COM - Siapa bilang siswa madrasah tidak bisa berprestasi? Buktinya siswa yang bernama Khairul Hamim siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram bisa terbang ke Maroko dalam rangka belajar dan kuliah di negara Afrika yang menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa resminya itu.
Tak hanya bahasa Arab, bahasa Perancis pun digunakan secara luas oleh penduduk Maroko. Sedangkan bahasa Spanyol, Inggris, Jerman dan Italia juga diajarkan di sekolah menengah dan tinggi serta universitas.
Sekilas tentang Khairil Hamim
Pemuda kelahiran 2003 ini dikenal sebagai sosok yang cerdas,
multitalenta, berprestasi, serta ramah dan murah senyum. Selama di MAN 2
Mataram, pria yang akrab disapa Hamim atau ‘Mim’ ini mengukir banyak prestasi.
Ia berhasil menyabet berbagai predikat juara, diantaranya juara 1 Lomba Esai tingkat Nasional di Malang yang
diselenggarakan Pondok Pesantren Thursina, juara 1 Lomba Esai Tingkat Nasional
yang diselenggarakan Pondok Pesantren Terpadu Al-Kahfi Bogor Provinsi Jawa
Barat, juara 3 Lomba Puisi Tingkat Nasional Generasi Emas (Germas) Kepulauan
Riau.
Di tingkat provinsi, Hamim pernah menjadi juara 2 Lomba
Cerdas-Cermat Islam (CCI) dan Debat yang diselenggarakan oleh SMAN 1 Mataram
dan juara 2 CCI yang diselenggarakan oleh MAN 1 Mataram. Hamim juga berprestasi
pada sejumlah ajang yang diselenggarakan Kementerian, LIPI, dan Perguruan
Tinggi di Indonesia.
Hamim juga menjadi salah satu Duta Harmoni perwakilan NTB
yang terpilih dari 700 madrasah di tanah air dan melaju ke Grand Final. Ajang
ini digelar oleh Kemenag RI beberapa waktu lalu. Dia juga meraih beasiswa
Eduvex atau beasiswa BJ Habibi.
Terbaru, Hamim mendapat beasiswa kuliah di Maroko setelah lolos seleksi yang digelar Kementerian Agama. Ia bercerita, seleksi tahun ini cukup ketat, karena diikuti 2.105 pendaftar, sementara kuota yang tersedia sangat terbatas.
Baca juga: Kurikulum Merdeka
Tahapan Seleksi yang Dilalui
Menurutnya, proses seleksi dibagi menjadi tiga tahapan.
Pertama, seleksi berkas. Dari total pendaftar, ada 1.446 calon mahasiswa yang
dinyatakan lolos seleksi berkas dan berhak mengikuti tahap berikutnya. Kedua,
Test CBT (Computer Based Test) secara online.
“Soal- soal CBT terdiri dari mufradat, tarakib, dan qira'ah
sebanyak 50 soal. Sejumlah 264 orang calon Masiko (Mahasiswa Maroko)
lolos ke tahap berikutnya, yakni seleksi wawancara,” jelas Hamim di Mataram,
Sabtu (2/7/2022).
“Tes wawancara untuk mencari 30 lulusan terbaik yang berhak
menerima beasiswa ini,” sambungnya.
Hamim diumumkan lolos seleksi. Dia menjadi salah satu dari
dua wakil NTB yang menerima beasiswa kuliah di Maroko. Walaupun universitas
yang dituju belum ditentukan pihak Kemenag, Hamim berharap bisa kuliah di
Universitas Al-Qarawiyyin.
“Kalau bisa, saya akan memilih Universitas Al-Qarawiyyin dan
akan mengambil Jurusan Dirasah Islamiyah fokus Studi Fiqh wa Ushul,"
tuturnya.
Dia beralasan, Universitas Al-Qarawiyyin merupakan perguruan tinggi tertua di Maroko. Perguruan tinggi ini unik, karena dibangun oleh seorang wanita hebat; Fatima al-Fihria. Alasan lainnya, Hamim sangat mengidolakan sosok ibunya.
Wow! Luar biasa, kamu tertarik juga mendapatkan beasiswa Sobat Siapbelajar? Belajar yang rajin ya!
Share and Care
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib