Madrasah Tumbuh Pesat, Tenaga Pengawas Kurang

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1666600927964_1666600953

Ilustrasi - Pelatihan diperuntukkan bagi 1.407 calon pengawas madrasah, dan akan berlangsung sampai akhir tahun

SIAPBELAJAR.COM – Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama, Suyitno, mengatakan, saat ini madrasah mengalami pertumbuhan pesat. Di satu sisi bagus, namun di sisi lain ada yang kurang, yakni tenaga pengawas madrasah.

Untuk itu, Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan Agama dan Keagaman akan menggelar pelatihan calon pengawas madrasah. Langkah itu dilakukan mengingat kebutuhan pengawas madrasah masih cukup tinggi. Dari total kebutuhan 12 ribu pengawas, saat ini baru terpenuhi 3.349 ribu orang. 

"Jumlah madrasah di Indonesia saat ini melampaui angka 53.000. Padahal jumlah pengawas baru 3.349 orang. Masih tak sebanding rasio pengawas dengan jumlah madrasah yang dibina. Kekurangan sekitar 7.000 pengawas," jelasnya di Jakarta, Ahad, (23/10).

Suyitno menegaskan pelatihan calon pengawas madrasah dimaksudkan untuk mendorong dan mengakselerasi peningkatkan mutu madrasah. "Madrasah saat ini pada level yang sangat dinamis. Berbagai kemajuan dicapai. Prestasi madrasah juga membanggakan. Mutu pembelajaran secara akademis tak kalah dengan sekolah. Jadi harus diimbangi dengan pelatihan calon pengawas yang baik," imbuhnya. 

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki menambahkan, pelatihan diperuntukkan bagi 1.407 calon pengawas madrasah. Sebanyak 1.000 kuota, berasal dari kolaborasi Pusdiklat dengan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah melalui proyek Madrasah Education Quality Reform (MEQR). 

Sisanya, kuota peserta disediakan pemerintah propinsi Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur, serta paguyuban Pokjawas. 

Menurut Mastuki, pelatihan calon pengawas ini dilaksanakan secara hybrid dan blended learning. Waktunya tak kurang dari 2 bulan atau 28 hari kerja. Setara dengan 171 jam pelajaran. 

"Pada tahap awal, peserta akan ikut on the job training (OJT I) didampingi pengawas yang berpengalaman sebagai mentor. Setelah itu, masuk in service training (IST-1) melalui pembekalan materi yang bersifat praktis, keterampilan atau skills, dan penguatan sikap sebagai pengawas," papar Mastuki.

Ia menjelaskan, praktik kepengawasan dilakukan langsung ke madrasah binaan merupakan tugas berikutnya (OJT II). Mentor akan mendampingi mereka, dan tahap terakhir peserta membuat laporan praktik, presentasi di hadapan penguji, serta penilaian hasil pelatihan.

Pelatihan calon pengawas ini akan berlangsung sampai akhir tahun, terbagi dalam 15 angkatan. Pelaksanannya di Balai Diklat Keagamaan (BDK) yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1667034673130_1667034687

Saintek

Ditsuslat Dorong Lahirkan SDM Berkompeten

SIAPBELAJAR.COM - Direktorat Kursus dan Pelatihan (Ditsuslat) terus mendorong lahirnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Sebagai pendidikan non-formal, kursus dan pelatihan diperkuat dengan t
1666600927964_1666600953

Saintek

Madrasah Tumbuh Pesat, Tenaga Pengawas Kurang

SIAPBELAJAR.COM – Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama, Suyitno, mengatakan, saat ini madrasah mengalami pertumbuhan pesat. Di satu sisi bagus, namun di sisi lain ada yang kurang, yakni
1665817794977_1665817803

Saintek

Rekrut Guru Muda Profesional, Kemenag Bakal Buka PPG Prajabatan

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Agama akan segera membuka program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Madrasah Prajabatan. Petunjuk teknis pelaksanaannya diperkirakan selesai akhir 2022, sehingga tahun depa
1665817172319_1665817179

Saintek

Terinspirasi Hadis Lalat, Siswa MAN 2 Tasik Raih Juara II Myres 2022

SIAPBELAJAR.COM – Inspirasi bisa bersumber dari mana saja, termasuk dari hadis. Itulah yang dialami Nabilah Husniyyah, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tasikmalaya. Ia meneliti manfaat sayap
1665394583630_1665394591

Saintek

374 Peserta Ikuti KSM, Madrasah Lebih Unggul

Siap Belajar -  Kompetensi Sains Madrasah (KSM) mulai digelar di Padepokan Pencak Silat TMII DKI Jakarta. Pembukaannya ditandai dengan meletakkan robot di atas panggung dan dilanjutkan atraksi