Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Satuan Pendidikan

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
Red & White Modern Tutorial Youtube Thumbnail (7)_1657152875

Pentingnya Pelajar Pancasila untuk satuan Pendidikan

SIAPBELAJAR.COM - Proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kurikulum Merdeka. Hal ini menjadi penting dilaksanakan dengan alokasi waktu khusus guna memberi kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter.

Apa itu Proyek Penguatan Profil Pancasila?

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang berbeda dengan pembelajaran berbasis proyek dalam program intrakurikuler di dalam kelas.

Baca juga: Kurikulum Merdeka untuk Pemulihan Pendidikan Nasional

Dalam kegiatan proyek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya.

Projek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Prinsip Utama Proyek Penguatan Profil Pancasila

Terdapat prinsip-prinsip utama dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu bersifat holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif .

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila sangat bermanfaat bagi peserta antara lain untuk memperkuat karakter dan mengembangkan kompetensi

sebagai warga dunia yang aktif, melatih kemampuan pemecahan masalah dalam berbagai kondisi, serta memperlihatkan tanggung jawab dan kepedulian terhadap isu di sekitar.

Lalu bagaimana tahapan pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila? Simak penjelasan di bawah ini.

1. Merancang alokasi waktu dan dimensi profil pelajar Pancasila

Pimpinan satuan pendidikan menentukan alokasi waktu pelaksanaan proyek dan dimensi untuk setiap tema, agar dapat memetakan sebaran pelaksanaan proyek pada satuan pendidikan tersebut.

Mengacu kepada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Program Sekolah.

Penggerak, secara umum ketentuan total waktu proyek adalah sekitar 20‒30% beban peserta didik per tahun. Untuk jenjang kelas VII dan VIII alokasi jam proyek yang dialokasikan per tahun adalah 360 JP sedangkan untuk kelas IX adalah 320 JP.

2. Membentuk tim fasilitasi proyek

Pimpinan satuan pendidikan menentukan pendidik yang tergabung dalam tim fasilitasi proyek yang berperan merencanakan proyek, membuat modul proyek, mengelola proyek, dan mendampingi peserta didik dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

3. Identifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan

Pimpinan satuan pendidikan dapat menilai tahap pelaksanaan proyek berdasarkan tingkat kesiapan satuan pendidikan. Tingkat satuan pendidikan melakukan refleksi awal dengan menggunakan bagan identifikasi kesiapan satuan pendidikan untuk menentukan tahapan menjalankan proyek.

4. Pemilihan tema umum

Tim fasilitasi bersama pimpinan satuan pendidikan memilih minimal 2 tema (Fase A, B, C) dan minimal 3 tema (Fase D, E, F) dari tujuh tema yang ditetapkan oleh Kemendikbudristek untuk dijalankan dalam satu tahun ajaran berdasarkan isu yang relevan di lingkungan peserta didik.

Tujuh tema tersebut antara lain Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa Dan Raganya, Berekayasa Dan Berteknologi Untuk Membangun Nkri, Dan Kewirausahaan.

5. Penentuan topik spesifik

Dari tema besar, tim fasilitasi proyek (dapat juga bersama peserta didik) menentukan ruang lingkup isu yang spesifik sebagai proyek. Penentuan tema dan topik spesifik sesuai dengan tahapan satuan pendidikan.

6. Merancang modul proyek

Tim fasilitasi bekerja sama dalam merancang modul proyek dan berdiskusi dalam menentukan elemen dan sub-elemen profil, alur kegiatan proyek, serta tipe asesmen yang sesuai dengan tujuan dan kegiatan proyek. Modul proyek bersifat fleksibel. Pendidik di satuan pendidikan diberi kebebasan mengembangkan komponen modul.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1663300762096_1663300811

Saintek

Wujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui Bahasa Santun

SIAPBELAJAR.COM - Bahasa bukan sekadar sekumpulan kata atau seperangkat kaidah tata bahasa, melainkan khazanah berbagai refleksi pemikiran, pengetahuan, dan nilai-nilai yang dianut penuturnya. Komunik
1660345649325_1660345624

Saintek

Wirausaha Merdeka Dorong Mahasiswa Jadi Pengusaha

SIAPBELAJAR.COM - Jumlah wirausahawan di Indonesia terbilang rendah. Hanya 3,4 persen dari total jumlah penduduknya. Posisinya pun paling rendah diantra negara-negara Asia Tenggara. Untuk itu, Kemendi
1660083889890_1660083913

Saintek

SMPN 39 Padang Sumbar Ubah Sampah Jadi Karya

SIAPBELAJAR.COM - SMP Negeri 39 Padang merupakan salah satu Sekolah Penggerak di Provinsi Sumatra Barat yang berlokasi di pinggir pantai, tepatnya di Pantai Purus, Kota Padang. Sekolah ini berhasil me
1660084688705_1660084766

Saintek

Kurikulum Merdeka Beri Kebebasan Siswa Memilih Materi Pembelajaran

SIAPBELAJAR.COM – Implementasi Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan untuk semua satuan pendidikan di Indonesia diharapkan mampu menghasilkan SDM yang unggul dalam berbagai bidang di masa depan. S
1660015293575_1660015306

Saintek

Terapkan Kurikulum Merdeka, Sekolah Tak Perlu Paksakan Diri Pengadaan Sarana

SIAPBELAJAR.COM - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wartanto, mengatakan, Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada peserta didik memilih ma