SIAPBELAJAR.COM - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan
Vokasi Kemendikbudristek, Wartanto, mengatakan, Kurikulum Merdeka memberikan
kebebasan yang seluas-luasnya kepada peserta didik memilih materi pembelajaran.
Selain menyiapkan siswa menjadi SDM yang unggul dan kompeten, guru juga bisa lebih leluasa memilih metode dan perangkat ajar dalam proses belajar mengajar.
"Jadi, Kurikulum Merdeka bukan hanya memberikan
kebebasan kepada peserta didik, tetapi juga gurunya,” ujarnya dalam satu
kesempatan.
Ia menegaskan, dengan Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran
akan lebih maksimal, sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk
mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. Implementasi Kurikulum Merdeka
yang mulai diterapkan untuk semua satuan pendidikan di Indonesia diharapkan
mampu menghasilkan SDM yang unggul dalam berbagai bidang di masa depan.
Untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, pemerintah sudah
memberikan fasilitas yang memudahkan sekolah dan guru yang dapat menggunakan
bahan-bahan yang tersedia dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM) maupun
mengunduh panduan dan buku-buku teks yang tersedia di laman https://kurikulum.kemdikbud.go.id.
Wartanto menerangkan, penerapan Kurikulum Merdeka yang masih baru membuat masih ada sekolah atau guru yang belum begitu familiar. Oleh karena itu, dalam penerapannya satuan pendidikan dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan sarana prasarana sesuai kondisi sekolah.
"Jadi, tidak perlu memaksakan diri dengan mengadakan sarana prasarana yang mengada-ngada. Itu jelas tidak benar. Tahun ini dan tahun depan (2023) belum wajib sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka. Tahun 2024 mendatang, baru sekolah harus mampu menerapkan Kurikulum Merdeka. Hal ini juga harus disesuaikan dengan kondisi sekokah dan kemampuan guru," tuturnya. ***
Trending
Saintek
Trending
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib