SIAPBELAJAR.COM- Indonesia dikenal sebagainegara yang memiliki keanekaragaman flora melimpah. Bahkan beberapa jenis tanaman hanya ada di Indonesia, diantaranya Bunga Fafflesia. Bunga ini ditetapkan jadi bunga nasional Indonesia.
Maka tidak salah bila bunga yang dijuluki Puspa Langka dan menjadi ikon Bunga Indonesia di dunia internasional. Sebagai lambang kelangkaan berbagai jenis flora.
Status konservasi Rafflesia di tingkat internasional adalah Flora Malesiana. Status ini menandakan bahwa Rafflesia merupakan tumbuhan langka di kawasan Malaysia.
Indonesia merupakan habitat alami terbesar bagi Rafflesia, spesies Rafflesia arnoldii dengan statusnya sebagai Puspa Langka menandakan bahwa Rafflesia merupakan spesies langka yang mewakili flora langka di Indonesia.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Rafflesiaceae
Genus: Rafflesia
Rafflesia atau puspa nusa adalah sebuah genus tumbuhan berbunga yang semua spesiesnya hidup sebagai parasit.
Anatomi tumbuhan pada Rafflesia tidak lengkap. Organ tubuh dari Rafflesia hanya berbentuk bunga yang mekar atau kuncup saja.
Rafflesia tidak memiliki bagian daun, batang dan akar. Sebagai ganti dari tidak adanya akar, Rafflesia memiliki suatu jaringan bernama haustorium yang mampu menyerap nutrisi hasil fotosintesis dari jaringan tumbuhan inangnya.
Baca juga: Khasiat Kelapa Hijau untuk Kesehatan
Rafllesia termasuk genus tumbuhan yang mengalami kelangkaan karena kehidupannya secara biologis bergantung kepada tumbuhan inang dari jenis Tetrastigma tertentu.
Kondisi pertumbuhan Rafflesia ditentukan oleh kondisi tumbuhan inang. Faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhannya ialah iklim dan lingkungan tumbuhan inangnya. Hampir semua spesies Rafflesia hanya dapat tumbuh di habitat alaminya.
Rafflesia pertama kali ditemukan oleh seorang dokter dan penjelajah berkebangsaan Prancis yang bernama Louis Auguste Deschamp.
Penemuan Rafflesia merupakan hasil dari ekspedisi tumbuhan selama tiga tahun di Pulau Jawa pada akhir abad ke-18 Masehi. Ekspedisi ini merupakan permintaan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Pieter Gerardus van Overstraten.
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib