SIAPBELAJAR.COM - Giuseppe Paterno baru saja lulus dari Universitas Palermo pada saat usianya menginjak 98 tahun. Paterno menjadi lulusan tertua Italia untuk kedua kalinya. Ia membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mewujudkan impian, bahkan ketika umur telah mendekati satu abad, luar biasa!
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 2020. Paterno mendaftar di Departemen Filsafat pada tahun 2017 di Universitas Palermo. Ketika berusia 96 tahun, ia menerima gelar sarjana dalam bidang filsafat dan sejarah.
“Saya akhirnya mewujudkan impian saya” kata dia. Sekarang dia telah memperoleh gelar Master di jurusan yang sama dan di institusi yang sama.
Mengutip dari Reuters,
anggota keluarganya mengatakan di Facebook bahwa Paterno telah mendapatkan gelar
baru-baru ini dengan nilai tertinggi.
“Dapat belajar selalu menjadi cita-cita terbesar saya, tetapi keluarga saya tidak mampu membiayai pendidikan saya. Kami adalah keluarga besar dan sangat miskin” kata Paterno seperti yang dikutip The Guardian dua tahun lalu.
Baca juga: Mendikbudristek Lepas 1.565 Mahasiswa Peraih IISMA Berangkat ke Luar Negeri
Guiseppe Paterno Muda Pecinta Buku tapi Tak Bisa Kuliah
Giuseppe Paterno lahir
pada tahun 1923 dan dibesarkan dalam keluarga miskin di Sisilia. Ketika dia
masih muda, dia tidak dapat kuliah meskipun dia mencintai buku dan belajar
karena situasi keuangan keluarganya.
Ketika ia berusia 20 tahun, ia bertugas di angkatan laut selama Perang Dunia Kedua dan memutuskan untuk menjadi pekerja kereta api.
Pada tahun 2020, ketika ia mengambil gelar pertamanya, Paterno menjelaskan bahwa dia tidak antusias dengan pekerjaannya di layanan kereta api negara. Namun dia harus melakukannya untuk menghidupi keluarganya karena saat itu dia sudah menikah.
Berniat Menulis Buku
Setelah Paterno mendaftar di Universitas Palermo, ia biasa bangun jam tujuh
untuk belajar, istirahat di siang hari dan mulai lagi belajar hingga tengah
malam.
"Tetangga saya
sering bertanya, mengapa semua permasalahan ini ada di usia Anda saat ini? Tapi
mereka tidak bisa memahami pentingnya mencapai mimpi berapa pun usia saya"
katanya kepada Guardian.
Paterno menekankan bahwa dia tidak ingin istirahat setelah menyelesaikan studi Masternya. Dia berencana untuk menulis novel menggunakan mesin tik lamanya yang juga dia gunakan untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
Baca juga: Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Olimpiade Informatika Internasional 2022
Paterno Bukan Satu-satunya Bukti Usia adalah Halangan
Selain Paterno, ada orang lain yang sudah membuktikan bahwa usia hanyalah angka, bahkan dalam hal pendidikan.
Mohammad Hanif Chaudhry
dari Pakistan meraih gelar Ph.D. pada Mei tahun ini pada usianya yang ke-91.
Chaudhry, seorang
penulis 25 buku, yang lulus dalam Bahasa Punjabi dari Universitas Bahauddin
Zakariya (BZU). Serupa dengan Paterno, alasan Chaudhry melanjutkan studi ke
jenjang yang lebih tinggi adalah keinginan untuk menuntut ilmu dan menambah
ilmu.
Trending
Seniraga
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib