SIAPBELAJAR.COM - Teleskop milik Inggris, Gravitational Wave Optical Transient Oberserver (GOTO) berhasil mendeteksi adanya potensi tabrakan mengerikan dua matahari mati atau yang dikenal sebagai bintang neutron.
Saat ini GOTO yang ditempatkan di kepulauan volkanik La Palma, Spanyol sudah berhasil mendeteksi kedua bintang neutron itu. Observasi yang mendalam akan terus dilakukan hingga tabrakan terjadi.
"Yang paling penting adalah
kecepatan untuk terus mengikuti kedua matahari mati. Kami harus sangat cepat
karena ini akan berlangsung singkat dan berlalu dengan cepat," ujar
Profesor Danny Steeghs dari Warwick University.
Penelitian
terhadap tabrakan dua bintang neutron itu diyakini akan jadi informasi penting
mengenai terbentuknya tata surya.
Diketahui bintang neutron adalah matahari mati yang telah runtuh karena beratnya yang sangat besar. Disebut matahari mati karena atom-atom yang pernah membuatnya bersinar justru telah hancur.
Baca Juga: Setelah Menggoda dengan Kaca Mata Pintar Google Mengumumkan Sedang Menguji AR Glasses
Bintang neutron memiliki gravitasi yang kuat sehingga mereka bisa tarik-menarik satu sama lain. Pasalnya tabrakan itu akan membentuk berbagai logam berat yang kemudian membentuk bintang dan planet. Sama denganterjadinya planet-planet di tata surya bima sakti miliaran tahun lalu.
Disebutkan
BBC, ketika tabrakan berlangsung, akan terjadi kilatan cahaya dan gelombang
kejut yang kuat di seluruh semesta. Gelombang kejut, yang disebut gelombang
gravitasi, mendistorsi ruang. Ketika terdeteksi di bumi, teleskop baru itu
langsung beraksi untuk menemukan lokasi yang tepat dari kilatan tersebut.
"Banyak
yang berpikir dengan besarnya ledakan itu akan mudah mendeteksi peristiwa
tersebut. Namun nyatanya kita harus sangat cepat dan telitik mencari ratusan
juta bintang untuk menemukan tabrakan itu. Harus sangat cepat karena momen itu
akan berlangsung selama dua hari," jelas Dr Joe Lyman dari Warwick
University.
Sementara Dr Kendall Ackley dari universitas yang sama mengatakan posisi GOTO yang ada di kepulauan volkanik La Palma sangat ideal. Pasalnya posisi teleskop berada di puncak gunung membuatnya lebih dekat dengan lokasi peristiwa tersebut.
"Sekarang kita bisa mencoba membuka selubung peristiwa yang membuat tata surya," jelasnya.
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib