SIAPBELAJAR.COM - Ceri jepang (Prunus serrulata) adalah sejenis tumbuhan pohon ceri yang berasal dari Jepang, Korea, Tiongkok, dan India. Ceri jepang merupakan pohon utama penghasil bunga Sakura yang banyak ditanam untuk pameran pertunjukan sakura (Hanami) di musim semi.
Di Jepang tumbuhan ini dikenal dengan nama Sato-zakura (サトザクラ; Ceri pedesaan). Ceri jepang merupakan sejenis tumbuhan peluruh dengan ukuran pohon yang kecil serta memiliki batang utama yang pendek, dengan tajuk lebat mencapai tinggi 26–39 meter (85–128 kaki).
Pepagannya halus dan berwarna coklat kastanya, dengan lentisel-lentisel mendatar yang tampak jelas. Daun-daunnya tersusun berbeda satu sama lain, berbentuk antara bulat telur atau tajam, dengan panjang 5–13 sentimeter (2,0–5,1 in) serta lebar 25–65 sentimeter (9,8–25,6 in).
Daunnya juga memiliki petiola berukuran pendek dan bertepi gerigi. Di akhir musim gugur, daunnya berubah warna dari hijau menjadi kuning atau merah tua. Pohon ceri jepang memiliki umur yang pendek, antara 15-20 tahun. T
erdapat lima kultivar yang dikembangkan dari ceri ini yaitu kultivar Amanogawa, Kanzan, Shirofugen, Shirotae, dan Shogetsu.
Baca juga: Ribuan Nakes Honorer di Sukabumi Jawa Barat Unjuk Rasa
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tanpa takson): Angiosperms
(tanpa takson): Eudikotil
(tanpa takson): Rosidae
Ordo: Rosales
Famili: Rosaceae
Genus: Prunus
Spesies: P. serrulata
Morfologi
Berikut ini morfologi dari pohon sakura, yaitu:
1. Akar
Akar dari pohon sakura terdiri dari akar permanen dan jaringan akar pengumpan yang ukurannya lebih kecil.
Akar permanen ini akan menjangkar pohon ke tanah dan mengangkut nutrisi dari akar pengumpan kemudian disebarkan ke seluruh pohon.
Pohon sakura ini biasanya memiliki akar menyebar dalam formasi yang dangkal.
Umumnya hanya sekitar dua sampai tiga kali lebar dari tajuk pohon.
Oleh karena itu, pohon sakura berpotensi untuk mengakibatkan adanya kerusakan signifikan pada lanskap permukaan tanah.
2. Batang
Pohon sakura mempunyai batang yang lurus.
Kulit batangnya halus, berwarna cokelat, dan terkelupas ke arah horizontal. Kulit kayunya ini juga bisa dijadian sebagai pewarna.
Pohon sakura bisa tumbuh hingga 4-8 meter.
Batang atau kayu dari pohon sakura mempunyai bahan yang keras dan relatif tahan terhadap kelembapan.
Kayu sakura dapat dimanfaatkan sebagai bahan lantai bermutu tinggi dan papan meja yang kokoh.
3. Daun Sakura
Daun pohon sakura bentuknya bulat telur atau lanset dan tersusun bergantian. Bagian tepi daunnya bergerigi halus dan tangkai daunnya pendek.
Permukaan daun pohon sakura mengkilat. Daun sakura mempunyai panjang 5-13 cm dan lebarnya mencapai 3-7 cm.
Baca juga: Bunga Kamboja
Saat masuk musim gugur, daun ini akan berganti warna dari hijau tua menjadi kuning kemudian menjadi warna merah dan berguguran.
4. Buah
Pohon sakura menghasilkan buah yang berwarna merah saat muda dan berubah menjadi hitam saat sudah matang.
Buah tersebut biasa disebut sebagai sakuranbo dan mempunyai ukuran hanya sekitar 1-2 cm saja.
Buah sakuranbo ini memang pada dasarnya termasuk dalam keluarga cherry sehingga bentuknya pun mirip seperti buah cherry.
Meskipun bentuknya mirip, kedua buah ini memiliki rasa yang sangat berbeda.
Buah sakuranbo ini rasanya pahit sehingga lebih disenangi hewan dibandingkan manusia.
Ada banyak sekali jenis dari pohon sakura tetapi tidak semuanya menghasilkan buah.
5. Bunga
Bunga sakura atau bunga cherry blossom ini biasanya mempunyai kelopak bunga berwarna putih hingga merah tua.
Warna merah pada bunga sakura saat mekar dipengaruhi oleh adanya pigmen antosianin.
Suhu rendah dan sinar ultraviolet sangatlah diperlukan dalam sintesis antosianin.
Hal ini menybabkan kelopak bunga yang berwarna putih cenderung lebih kuat bertahan di daerah hangat. Kelopak bunga sakura berjumlah 5 kelopak atau lebih.
Ekonomi
Trending
Trending
Saintek
Ekonomi
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib