SIAPBELAJAR.COM - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, mengajak semua pemangku kepentingan pendidikan untuk menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka.
Ia menegaskan, Kurikulum
Merdeka disiapkan Kemendikbudristek guna menyikapi perubahan positif maupun
negatif di dunia pendidikan yang akan dihadapi oleh siswa dengan struktur
kurikulum yang lebih sederhana serta relevan dan interaktif.
Saat berkunjung ke SMKN 1 Bekasi, Senin (25/7), Kiki menjelaskan, Kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk dapat aktif memilih pelajaran yang diminati.
Kurikulum Merdeka juga mendorong kepala sekolah dan guru membentuk komunitas belajar untuk saling berbagi dengan sesama GTK dalam mencari gagasan, ide, ataupun solusi atas permasalahan pembelajaran yang dihadapi, khususnya saat mendampingi siswa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
“Di dalam Kurikulum Merdeka sudah tidak ada program peminatan, namun khusus di SMK akan ada penyesuaian konsentrasi keahlian,” ujarnya.
Potensi lain & Mitigasi risiko
Dalam sesi diskusi, siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan A, Marva Thoriq Azizi, menyoroti potensi yang dapat terjadi dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
“Perlu dipikirkan sekiranya ada potensi kekurangan-kekurangan yang bisa saja terjadi saat implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah,” urai Marva yang sekaligus sebagai Ketua OSIS SMKN 1 Kota Bekasi.
Menanggapi hal itu, Kiki mengapresiasi Marva yang kritis serta menaruh
perhatian besar atas implementasi Kurikulum Merdeka. Di dalam implementasi
Kurikulum Merdeka, kata Kiki, mengatasi potensi kelemahan disebut sebagai
mitigasi risiko.
“Implementasi tidak akan berlangsung dengan baik jika siswa hanya pasif atau tidak aktif dan guru serta kepala sekolahnya tidak mau berubah. Tetap dengan pola pemikiran kuno bahwa dirinya adalah sumber belajar dan enggan mempelajari hal yang baru,” tegas Kiki.
Ia menjelaskan, inti dari Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 adalah sama, namun filosofinya berbeda. Perbedaan mendasar di Kurikulum 2013, materi kurikulum harus diajarkan kepada siswa, tetapi di Kurikulum Merdeka, materi kurikulum dapat dipilih oleh siswa.
“Jadi, di Kurikulum Merdeka guru membersamai murid dalam mencapai kesuksesan capaian pembelajaran,” tandasnya.
Saintek
Saintek
Saintek
Share and Care
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib