Kurikulum Merdeka Dorong Siswa Pilih Pelajaran yang Diminati

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1658895759622_1658895774

Inti dari Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 adalah sama, namun filosofinya berbeda

SIAPBELAJAR.COM - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, mengajak semua pemangku kepentingan pendidikan untuk menyukseskan implementasi Kurikulum Merdeka.

Ia menegaskan, Kurikulum Merdeka disiapkan Kemendikbudristek guna menyikapi perubahan positif maupun negatif di dunia pendidikan yang akan dihadapi oleh siswa dengan struktur kurikulum yang lebih sederhana serta relevan dan interaktif.

Saat berkunjung ke SMKN 1 Bekasi, Senin (25/7), Kiki menjelaskan, Kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk dapat aktif memilih pelajaran yang diminati.

Kurikulum Merdeka juga mendorong kepala sekolah dan guru membentuk komunitas belajar untuk saling berbagi dengan sesama GTK dalam mencari gagasan, ide, ataupun solusi atas permasalahan pembelajaran yang dihadapi, khususnya saat mendampingi siswa mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

“Di dalam Kurikulum Merdeka sudah tidak ada program peminatan, namun khusus di SMK akan ada penyesuaian konsentrasi keahlian,” ujarnya.

Potensi lain & Mitigasi risiko

Dalam sesi diskusi, siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan A, Marva Thoriq Azizi, menyoroti potensi yang dapat terjadi dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

“Perlu dipikirkan sekiranya ada potensi kekurangan-kekurangan yang bisa saja terjadi saat implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah,” urai Marva yang sekaligus sebagai Ketua OSIS SMKN 1 Kota Bekasi.

Menanggapi hal itu, Kiki mengapresiasi Marva yang kritis serta menaruh perhatian besar atas implementasi Kurikulum Merdeka. Di dalam implementasi Kurikulum Merdeka, kata Kiki, mengatasi potensi kelemahan disebut sebagai mitigasi risiko.

“Implementasi tidak akan berlangsung dengan baik jika siswa hanya pasif atau tidak aktif dan guru serta kepala sekolahnya tidak mau berubah. Tetap dengan pola pemikiran kuno bahwa dirinya adalah sumber belajar dan enggan mempelajari hal yang baru,” tegas Kiki.

Ia menjelaskan, inti dari Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 adalah sama, namun filosofinya berbeda. Perbedaan mendasar di Kurikulum 2013, materi kurikulum harus diajarkan kepada siswa, tetapi di Kurikulum Merdeka, materi kurikulum dapat dipilih oleh siswa.

“Jadi, di Kurikulum Merdeka guru membersamai murid dalam mencapai kesuksesan capaian pembelajaran,” tandasnya. 

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1682584385184_1682584205

Saintek

Arus Mahasiswa Internasional di Belanda Harus Dikendalikan

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Robbert Dijkgraaf mengatakan bahwa masuknya mahasiswa internasional di Belanda harus dikendalikan untuk mencegah ruang
1682495886113_1682495709

Saintek

2 Mahasiswa Internasional Memenangkan Kasus Melawan Otoritas Belgia

SIAPBELAJAR.COM - Pengadilan telah memerintahkan negara Belgia untuk memberikan kompensasi kepada dua mahasiswa internasional setelah menahan mereka secara tidak sah di perbatasan Belgia.Mahasiswa
1682497755135_1682497588

Saintek

Kanada Menjadi Negara Pilihan Utama Bagi Mahasiswa Internasional

SIAPBELAJAR.COM - Sebuah survei baru dari IDP Connect, pemimpin dalam pemasaran dan perekrutan mahasiswa, telah mengungkapkan bahwa Kanada terus mendominasi sebagai negara yang paling menarik untuk
1690945962925_1690945978

Share and Care

Info Beasiswa Kuliah Dalam Negeri & Luar Negeri, Simak Juga Cara Mendapat Beasiswa!

Mediana.id - Beasiswa adalah bantuan finansial yang diberikan kepada pelajar atau mahasiswa yang berprestasi atau membutuhkan untuk melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Beasiswa bisa b
1682769791434_1682769613

Saintek

Bulgaria Menjadi Tuan Rumah Bagi Mahasiswa Internasional pada Tahun Akademik 2022/2023

SIAPBELAJAR.COM - Hampir 18.000 mahasiswa internasional memilih Institusi Pendidikan Tinggi Bulgaria pada tahun akademik 2022/2023. Menurut data yang dirilis oleh National Statistical Institute (NS