Dengan Pergub Mitra Industri, sekolah bisa bekerja sama langsung dengan industri dari negara lain
SIAPBELAJAR.COM – Ada ratusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Barat. Angkanya mencapai 286 SMK dengan beragam spesifikasi, seperti pertanian, penerbangan, dan pelayaran.
Hal itu menjadi potensi besar dalam
membangun sumber daya manusia, sehingga terjadi keselarasan antara dunia
pendidikan dengan industri.
Bukan hanya di dalam negeri, SDM-SDM yang punya kompetensi
dibutuhkan juga di luar negeri. Jepang, misalnya. Negara Matahari Terbit itu
sudah melirik para lulusan SMK di Jawa Barat untuk bekerja di sana.
Sebanyak 286 SMK di Jawa Barat siap bekerja sama dengan negara Jepang untuk penyediaan tenaga kerja. Para alumnus SMK akan memenuhi 14 sektor tenaga kerja yang dibutuhkan Jepang, seperti tenaga kerja di bandara, katering, pelayaran, pertanian, dan jasa perawatan bagi lansia.
Hal itu diketahui dalam pemaparan program kerja sama Pemprov Jabar-Jepang, di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/7).
"Kita
sudah lakukan kerja sama dengan Jepang dan langsung mapping dengan
kriteria sumber daya manusia (SDM) yang sudah disiapkan,” ujar Kepala Dinas
Pendidikan Jabar, Dedi Supandi.
Ia memaparkan, dengan Pergub Mitra Industri yang disahkan tahun ini, sekolah bisa bekerja sama langsung dengan industri dari negara lain. untuk itu, pihaknya akan memaksimalkan potensi SMK yang ada melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
"Misalnya butuh di sektor pertanian, berarti
berhubungan dengan SMK pertanian Cianjur dan Subang, pelayaran di Cirebon,
penerbangan di SMKN 12 Bandung. Dengan jumlah SMK hampir mencapai 286,
masing-masing akan di-support sesuai keahlian SDM yang ada," terangnya.
Dalam waktu dekat, pemerintah Jepang melalui perusahaannya
akan melakukan kunjungan ke sekolah. Selain itu, Disdik Jabar pun akan bekerja
sama dengan pemerintah Jepang untuk membuat ekstrakurikuler tambahan khusus
bagi lulusan SMK yang akan bekerja di Jepang.
"Salah satunya, pada pagi hari sebelum masuk kelas akan ada penguatan bahasa Jepang dan pengenalan budaya Jepang," ucapnya.
Saintek
Saintek
Ekonomi
Trending
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib