SIAPBELAJAR.COM - Seorang
mahasiswa kedokteran Ukraina yang menyelamatkan nyawa saat tinggal di stasiun
kereta bawah tanah selama empat bulan akan melanjutkan pelatihan klinisnya di
Inggris.
Proses studi Serhii
Alkhimov di Kharkiv (Kota Terbesar Kedua di Ukraina) dilemparkan ke dalam
kekacauan ketika rumah sakit dirusak oleh Rusia.
Saat berlindung, ia
merawat banyak orang sakit dan dianugerahi medali oleh Presiden Volodymyr
Zelensky.
Dia termasuk di antara 20 siswa Kharkiv yang memulai penempatan tujuh minggu di Universitas Cambridge.
Mengenai Studi Praktis Mahasiswa Kedokteran Nasional Kharkiv
Kemitraan kembar dengan
Universitas Kedokteran Nasional Kharkiv akan membuat para mahasiswa melanjutkan
studi praktis mereka di School of
Clinical Medicine, di Rumah Sakit Addenbrooke, Rumah Sakit Royal Papworth
dan Cambridgeshire serta Peterborough NHS Foundation Trust.
Pihak universitas
mengatakan bahwa tidak akan ada biaya bagi siswa, biaya perjalanan dan biaya
hidup akan didanai oleh sumbangan dari perusahaan bioteknologi dan akomodasi
yang didanai oleh donor anonim.
"Sekolah
kedokteran Ukraina tidak ingin kehilangan siswa dan dokter yang akan sangat
penting untuk membangun kembali layanan kesehatan di negara itu setelah konflik
berakhir," kata Paul Wilkinson selaku Dekan Klinis.
Pengalaman yang Dialami Beberapa Mahasiswa Kedokteran
Ukraina
Berbicara tentang
pengalamannya tinggal dengan 1.000 orang di stasiun kereta api, Alkhimov yang
berusia 21 tahun mengatakan bahwa ia memiliki pengalaman medis militer, jadi
hal seperti membantu mengobati orang sakit bukanlah hal yang sulit. Meski
begitu, ia mengatakan bahwa ia tidak mendapatkan banyak waktu untuk tidur.
"Sebagian besar
orang yang saya tangani memiliki penyakit kronis dan tidak bisa mendapatkan
bantuan di tempat lain" kata dia.
"Saya senang bisa
membantu dan menyelamatkan dua atau tiga nyawa" tambahnya.
Siswa lain, Viral
Lavryk yang berusia 22 mengatakan bahwa kesempatan untuk belajar di Cambridge
adalah sebuah mimpi.
“Kharkiv diserang pada
hari pertama invasi, pagi, sore, malam, jam demi jam” kata dia.
"Saya sangat takut
dan hal tersebut meninggalkan bekas pada saya yang tidak akan pernah saya
lupakan." tambahnya.
Zaur Badalov yang berusia
22 tahun juga membantu tentara dan warga sipil yang terluka di Kharkiv. Setelah
keluarganya melarikan diri, mereka dipindahkan ke barat Ukraina untuk
perawatan.
"Saya belajar banyak
membantu kasus-kasus itu dan melihat bagaimana para dokter memperlakukan
orang." kata dia.
"Sekarang saya
memiliki kesempatan besar untuk mempelajari metode pengobatan baru di
Cambridge, kedokteran di Inggris adalah kelas dunia. Saya akan membawa
pengetahuan serta keterampilan ini kembali ke Ukraina dan menyebarkannya kepada
orang lain" tambahnya.
Kata Daria Shliakhova
Daria Shliakhova, dari
Universitas Kedokteran Nasional Kharkiv mengatakan bahwa lembaganya sangat
berterima kasih atas bantuan dari Universitas Cambridge.
"Melakukan
pekerjaan kami sekarang cukup menantang, kami tetap melakukan yang terbaik
untuk memberikan siswa kami proses pendidikan yang berkualitas tinggi"
tambahnya.
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib