SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) tetap berjalan sesuai agenda pendidikan nasional yang telah ditetapkan.
Implementasi Kurikulum Merdeka tetap berjalan sebagaimana rencana tidak dilakukan pembatalan atau penundaan.
Sebagaimana diketahui, Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikbudristek pada Februari 2022 lalu sebagai salah satu program Merdeka Belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila. Publik dapat mengakses informasi terkait kurikulum melalui laman kurikulum.kemdikbud dan buku teks Kurikulum Merdeka di Katalogbuku.kemdikbud:
-Penguatan kegiatan bermain yang bermakna sebagai proses belajar anak
-Menguatkan PAUD dan relevansinya sebagai fase pondasi dari pengembangan karakter anak maupun kesiapannya dalam bersekolah pada jenjang berikutnya
-Memberikan dorongan pada kecintaan pada dunia literasi dan numerasi sejak dini
-Penguatan Proyek Profil Pelajar Pancasila
-Pembelajaran dan asesmen yang lebih fleksibel atau adaptatif
-Asesmen yang dijadikan pijakan guru dalam merancang kegiatan bermain dan orang tua dalam mendidik melalui bermain di rumah
-Menguatkan peran orang tua sebagai mitra satuan
Kurikulum merdeka dimulai dari jenjang PAUD hingga Sekolah Menengah Atas.
Jenjang PAUD dalam menerapkan implementasi kurikulum merdeka memiliki karakteristik.
Karakteristik utama Kurikulum merdeka di jenjang PAUD harus memperhatikan beberpaa hal, seperti berikut 6 Komponen yang Berubah :
1. Menguatkan kegiatan bermain yang bermakna sebagai proses belajar.
2. Menguatkan relevansi PAUD sebagai fase fondasi atau bagian penting dari pengembangan karakter dan kemampuan anak serta kesiapan anak bersekolah di jenjang selanjutnya.
3. Menguatkan kecintaan pada dunia literasi dan numerasi sejak dini.
4. Adanya projek penguatan profil pelajar Pancasila.
5. Proses pembelajaran dan asesmen yang lebih fleksibel.
6. Hasil asesmen digunakan sebagai pijakan guru untuk merancang kegiatan bermain dan pijakan orang tua dalam mengajak anak bermain di rumah.
7. Menguatkan peran orang tua sebagai mitra satuan.
Baca Juga: Apa Itu Kurikulum Merdeka? Berikut Penjelasan dan Perubahan di Jenjang SD, SMP dan SMA
Dalam merancang kegiatan bermain-belajar di jenjang PAUD guru dapat merujuk capaian pembelajaran untuk bermain belajar karena sudah memadukan rujukan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA).
Standar isi, dan standar penilaian, sehingga guru dapat lebih mudah, praktis, dan semakin terarah dalam merancang kegiatan bermain-belajar.
Trending
Trending
Trending
Trending
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib