SIAPBELAJAR.COM - Delegasi
Uni Eropa di Bangladesh melalui postingan Twitter mengumumkan bahwa terdapat sekitar
151 siswa dari Bangladesh yang akan belajar di Eropa setelah memenangkan
beasiswa Erasmus+.
Uni Eropa di
Bangladesh, bersama dengan Negara-negara Anggota Uni Eropa, menyelenggarakan penyambutan
untuk 151 siswa yang akan belajar di negara Eropa di bawah program Erasmus+.
Pada kesempatan ini, Manajer
Bisnis Uni Eropa, Hans Lambrecht menggambarkan program Erasmus sebagai game-changer
dan menyebutkan peningkatan anggaran sebesar €26,2 miliar atau sekitar Rp 394,2
triliun yang dialokasikan untuk program tersebut untuk periode 2021-2027.
“Ini memungkinkan Uni Eropa untuk mendukung inisiatif baru dan menarik lebih banyak peserta. Di seluruh dunia dan di Bangladesh, permintaan akan orang-orang yang sangat terampil dan terlibat secara sosial meningkat” kata Lambrecht.
Kesempatan Menyelesaikan Gelar Master di Berbagai Bidang dan Beberapa Negara Lain yang Meraih Beasiswa Erasmus
Siswa yang telah memenangkan beasiswa menurut delegasi Uni Eropa di Bangladesh, akan dapat belajar penuh waktu di universitas terkenal di Eropa. Penerima beasiswa akan memiliki kesempatan untuk menyelesaikan gelar Master di berbagai bidang, termasuk teknik, ilmu data, studi gender, perubahan iklim, kesehatan masyarakat, hak asasi manusia dan banyak lagi.
Bangladesh telah
menduduki peringkat ketiga tahun ini dalam jumlah siswa yang menerima beasiswa.
Baru-baru ini, 60 siswa
Nepal juga telah diberikan beasiswa Erasmus dengan jumlah meningkat sebesar 22,4%
dari tahun lalu.
Kabar tersebut
dikonfirmasi oleh Delegasi Uni Eropa untuk Nepal, yang mengatakan bahwa
beasiswa telah diberikan untuk tahun 2022-2024 di mana siswa dapat mengejar
gelar Master di beberapa universitas terkemuka yang berada di Eropa.
Ratusan siswa dari India juga telah menerima Beasiswa Erasmus Mundus untuk tahun ajaran 2022/2023, termasuk diantaranya 88 perempuan. India menempati peringkat pertama di antara 167 negara untuk tahun kedua berturut-turut dalam hal penerima beasiswa Erasmus+.
Dukungan dari Erasmus+ dan Sekilas Mengenai Erasmus+
Bulan lalu, Komisi Uni Eropa
mengungkapkan bahwa aliansi yang bekerja sama di bidang pendidikan, penelitian
dan inovasi akan menerima €14,4 juta atau sekitar Rp 216,6 miliar dukungan dari
Erasmus+ selama empat tahun.
“Dengan menghubungkan
mereka (lembaga pendidikan tinggi Eropa) dan menciptakan aliansi transnasional,
kami memungkinkan mereka menjadi Juara pengetahuan Eropa untuk tumbuh lebih
jauh melalui kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan inovasi” kata Wakil
Presiden, Margaritis Schinas dalam sebuah pernyataan.
Erasmus+ adalah program
Uni Eropa yang dibuat untuk mendukung pendidikan, pelatihan, pemuda dan
olahraga di Eropa, yang didirikan pada tahun 1987. Pada tahun pertama
pembuatannya, program tersebut hanya menampung 3.244 siswa.
Program ini telah
didanai oleh Uni Eropa selama 35 tahun sampai sekarang. Program tersebut juga
mendukung staf, peserta pelatihan dan sukarelawan. Program Erasmus+ 2021-2027
bertujuan untuk menjadi lebih inklusif, lebih hijau dan lebih digital.
Saintek
Saintek
Saintek
Share and Care
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib