SIAPBELAJAR.COM - Untuk
pertama kalinya dalam beberapa tahun, jumlah orang yang menerima bantuan
keuangan untuk menghadiri pelatihan atau pendidikan di bawah Undang-Undang
Bantuan Pelatihan Federal (BAföG) telah meningkat sebesar 0,4%, dengan 2.000
orang lebih banyak yang mendapat manfaat dari bantuan keuangan, dibandingkan
dengan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut dilaporkan oleh Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis). Hal yang sama
juga menunjukkan bahwa sampai tahun lalu, jumlah penerima BAföG telah menurun
setiap tahunnya.
“Pada tahun 2021, total
623.000 orang menerima bantuan pelatihan di bawah Undang-Undang Bantuan
Pelatihan Federal (BAföG) di Jerman, 155.000 di antaranya adalah siswa (TK dan
SD) dan 468.000 siswa (SMP/SMA/Kuliah). Jumlah siswa yang menerima bantuan naik
sekitar 2.000 atau 0,4% dari tahun sebelumnya” catat pernyataan Destatis yang
dikeluarkan pada 12 Agustus.
Menurut data, jumlah rata-rata bantuan yang diterima siswa (SMP/SMA/Kuliah) pada tahun lalu setiap bulannya adalah €579 atau sekitar Rp 8,6 juta, sedangkan siswa (TK dan SD) menerima €504 atau sekitar Rp 7,5 juta.
Perlunya Pengembalian Tren Penerima BAföG
Peningkatan jumlah penerima BAföG telah dikomentari oleh Persatuan Pelajar Jerman Deutsches Studentenwerk (DSW), yang dalam sebuah pernyataan menunjukkan bahwa meskipun ada peningkatan sebesar €106 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun pada tahun 2021, jumlah dana BAföG rata-rata untuk siswa hanya meningkat €5 atau sekitar Rp 75.000 per bulan.
Menurut Sekretaris
Jenderal Deutsches Studentenwerk, Matthias Anbuhl, meskipun penurunan jumlah
penerima BAföG telah melambat, masih banyak yang harus dilakukan untuk
mengembalikan tren itu.
“Sangat menggembirakan,
untuk pertama kalinya sejak 2012, ada sedikit peningkatan siswa penerima BAföG.
Ini mengakhiri musim kering yang panjang, setidaknya untuk saat ini. Pembalikan
tren yang pernah ditargetkan, dengan sekitar 100.000 orang tambahan didanai,
masih jauh” kata Anbuhl.
Mengenai Pembaruan Struktural BAföG
Menurutnya, penting
bagi pemerintah federal untuk segera menerapkan pembaruan struktural BAföG yang
telah diumumkan.
Pada pertengahan April
tahun ini, dilaporkan bahwa Kabinet Federal Jerman menyetujui usulan pembaruan
BAföG, antara lain yaitu dengan meningkatkan pembayaran untuk penerima manfaat
sebesar 20%. Pemerintah juga bermaksud untuk meningkatkan usia mereka yang
memenuhi syarat untuk mendaftar sehingga akan lebih banyak lagi orang yang
dapat memperoleh manfaat dari bantuan tersebut.
Perubahan/pembaruan
lain yang diperkirakan adalah:
1. Meningkatkan
pembayaran penitipan anak dan pembayaran perumahan sehingga jumlah tunjangan
maksimum akan meningkat dari €861 atau sekitar Rp 12,9 juta menjadi €931 atau
sekitar Rp 13,9 juta
2. Meningkatkan batas
usia untuk memulai gelar master dari 35 tahun menjadi 45 tahun
3. Memperluas
kemungkinan untuk membebaskan sisa utang setelah dua puluh tahun untuk semua
peminjam
Siswa yang Tidak Berkesempatan Menerima BAföG
Mengutip laporan BAföG
dari Pemerintah Federal, Sekretaris Jenderal Anbuhl mengklaim bahwa sekitar 40%
dari semua siswa tidak memiliki kesempatan untuk menerima BAföG tidak peduli
seberapa miskin mereka dengan beberapa alasan seperti mengubah mata pelajaran,
belajar terlalu lama atau memegang paspor yang salah untuk BAföG.
Dia menegaskan bahwa
bantuan BAföG belum disesuaikan dengan perkembangan kehidupan dan kenyataan
belajar di Jerman dalam dekade terakhir. Ia pun menambahkan bahwa peningkatan
pesat dalam jumlah yang dialokasikan di bawah program ini sangat penting,
karena adanya kenaikan harga yang sangat besar untuk makanan, listrik dan
pemanas.
Saintek
Saintek
Religi
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib