SIAPBELAJAR.COM - IND
telah menginformasikan bahwa sebanyak 10.000 siswa internasional telah
mengumpulkan izin tinggal Belanda mereka dari The Immigration and Naturalization Service (Immigrate-en Naturalisatiedienst, IND) pada Sabtu lalu.
Dalam sebuah pernyataan
yang diterbitkan di situs webnya, IND mengatakan bahwa siswa mengumpulkan
dokumen tempat tinggal mereka di The
Hague University of Applied Sciences (THUAS), yang merupakan rumah bagi
hampir 26.000 siswa internasional.
“Untuk belajar di
Belanda, siswa dari luar Uni Eropa memerlukan izin tinggal. Sangat
menguntungkan bagi siswa serta IND untuk mengatur penerbitan dokumen
kependudukan ini secara terpusat,” bunyi pernyataan itu.
Agensi Belanda
menyoroti bahwa selama beberapa bulan terakhir, siswa menghadapi waktu tunggu
yang lama untuk mengumpulkan dokumen tempat tinggal mereka.
IND mengatakan bahwa pada
tahun ini, pengumpulan izin tinggal telah diselenggarakan secara terpusat di
Den Haag selama dua hari, di mana mayoritas siswa dari luar Uni Eropa pergi
belajar.
THUAS menawarkan untuk
membantu penerbitan pusat dokumen kependudukan di kampus utamanya, yang juga
dekat dengan Stasiun Kereta Hollands Spoor di Den Haag.
Untuk mewujudkannya,
IND bekerja sama dengan 26 institusi pendidikan, membagi siswa menjadi dua
kelompok dan menjadwalkan janji temu untuk mengumpulkan izin tinggal antara dua
hari Sabtu.
Pendekatan Baru
Manajer layanan IND,
Merel Hekker mengatakan bahwa saat ini lembaga tersebut telah mengadopsi
pendekatan baru mengenai masalah ini untuk memastikan bahwa semua siswa
menerima dokumen kependudukan mereka di Belanda selama bulan September.
“Untuk memastikan bahwa
siswa masih akan mendapatkan dokumen kependudukan mereka pada bulan September,
kami telah mengadopsi pendekatan yang berbeda. Penerbitan pusat memungkinkan
kami untuk mengerahkan staf kami seefektif mungkin dan mencegah orang lain
harus menunggu lebih lama karena adanya puncak penerimaan siswa,” kata Hekker.
Meringankan Beban
Sementara itu, Ketua
Tim Pendaftaran dan Kantor Internasional di THUAS, Marlies Rexwinkel mengatakan
bahwa dengan menerima izin tinggal dengan cepat, maka hal tersebut dapat meringankan
beban siswa internasional serta mereka dapat terus fokus pada pendidikan mereka.
“Jika hal ini
memungkinkan kami membantu sebanyak mungkin siswa internasional untuk memulai
waktu mereka di Belanda dengan lancar, kami dengan senang hati memainkan peran
kami,” kata Rexwinkel.
Menurut IND, banyak
siswa yang puas dengan layanan saat mengumpulkan izin tinggal mereka di THUAS.
Mereka menggambarkannya sebagai layanan yang cepat dan menyenangkan.
Jumlah Permohonan Izin Tinggal di Belanda
Pada tahun ini, sebanyak
16.630 permohonan izin tinggal dari siswa diajukan ke IND hingga bulan Juli. Permohonan
tersebut meningkat dibandingkan tahun lalu, terutama dari siswa China, India
dan Amerika Serikat yang banyak memilih Belanda sebagai tujuan studi mereka.
Sekilas Mengenai IND dan Krisis Perumahan di Belanda
IND adalah lembaga
pemerintah Belanda di bawah Kementerian Keamanan dan Kehakiman yang menilai permohonan
setiap orang yang ingin tinggal di Belanda.
Dengan dokumen tempat
tinggal, siswa internasional di Belanda dapat menunjukkan izin mereka untuk
tinggal di negara tersebut.
Pada awal bulan ini,
dilaporkan mengenai krisis perumahan di Belanda, yang juga mempengaruhi siswa
internasional.
Kemudian pemerintah
memperkenalkan Rencana Aksi Perumahan Siswa Nasional, yang diharapkan dapat
memperbaiki masalah ini dengan membangun 60.000 rumah siswa di Belanda dalam 8
tahun.
Saintek
Trending
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib