SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa
Erasmus yang terdaftar di universitas Irlandia mengalami kesulitan dalam
mencari tempat tinggal di Irlandia karena krisis perumahan yang dihadapi negara
tersebut.
The Journal
telah melaporkan bahwa para mahasiswa ini telah meminta bantuan dari organisasi
Erasmus di Irlandia dengan alasan kurangnya akomodasi mahasiswa sehingga mereka
mempertimbangkan untuk membatalkan studi Erasmus mereka.
Presiden Jaringan Mahasiswa
Erasmus Irlandia atau Erasmus Student Network Ireland (ESN), Cliona Peters
mengatakan bahwa organisasi tersebut menerima banyak pesan di media sosial dan
email dari para mahasiswa yang kesulitan mencari akomodasi.
Dia membenarkan bahwa
untuk pertama kalinya mahasiswa mengatakan bahwa kurangnya akomodasi memaksa
mereka untuk mempertimbangkan untuk membatalkan studi mereka dengan Erasmus.
“Mereka tidak ingin
sampai di sini dan menjadi tunawisma. Sulit bagi mahasiswa Irlandia untuk menemukan
tempat tinggal, tetapi mahasiswa Erasmus dirugikan karena mereka tidak mengenal
siapa pun di negara ini,” katanya kepada The
Journal.
Peningkatan Jumlah Mahasiswa yang Ditipu
Di luar itu, presiden
ESN mengatakan bahwa jumlah mahasiswa yang telah ditipu menyetorkan uang untuk
mengamankan perumahan sebelum meninggalkan negara asal mereka juga meningkat.
Organisasi tersebut
mencatat bahwa situasi dengan mahasiswa yang ditipu sebelum pergi ke Irlandia
lebih umum daripada jumlah mahasiswa yang mencari tempat tinggal.
Sekilas Mengenai Erasmus
Erasmus+ merupakan program
Uni Eropa yang dibuat untuk mendukung pendidikan, pelatihan, pemuda dan
olahraga Eropa.
Periode 2021-2027
diperkirakan memiliki anggaran lebih dari €26 miliar atau sekitar Rp 394,2
triliun.
Keprihatinan Orang Tua Mahasiswa
Selama bulan Juli, ESN
juga menerima banyak pesan dari orang tua mahasiswa yang menyatakan
keprihatinan atas anak-anak mereka dalam situasi ini dan meminta bantuan.
Pada bulan lalu,
Kedutaan Besar Prancis di Irlandia memperingatkan mahasiswa bahwa Irlandia sedang
menghadapi krisis perumahan yang parah dan menyarankan mereka untuk
berhati-hati terhadap penipuan sewa dan tidak membayar perumahan kecuali mereka
telah bertemu dengan pemilik atau agen real estat sebelumnya.
Krisis Perumahan di Negara Lain
Mahasiswa internasional
juga terkena dampak krisis perumahan di negara lain. Di Swedia, krisis telah
kembali seperti sebelum pandemi Covid-19, memburuk di enam wilayah studi tahun
ini.
Pelajar di Portugal
juga melaporkan kesulitan mencari tempat tinggal karena kurangnya pasokan
perumahan dan harga sewa yang terlalu tinggi .
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib