SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa
di Belanda menyatakan frustrasi selama protes yang diadakan pada 13 Oktober
setelah University of Amsterdam gagal
menawarkan akomodasi.
Asosiasi Mahasiswa Umum
Amsterdam (ASVA) menyerukan protes yang mengumpulkan banyak mahasiswa dan
berbagai kelompok.
Seperti yang dilaporkan
oleh Peoples Dispatch, para mahasiswa
mengatakan bahwa mereka telah berjuang untuk menemukan akomodasi di ibu kota
dan juga terjadi kekurangan staf serta infrastruktur yang serius. Namun, University of Amsterdam terus menerima
lebih banyak mahasiswa internasional.
Orang-orang yang
berpartisipasi dalam protes mengatakan bahwa mahasiswa internasional memilih
Belanda sebagai tujuan studi mereka di bawah janji kosong, karena setelah tiba
di sana mereka harus melalui banyak kesulitan untuk mencari tempat tinggal.
“Dalam masyarakat
sosialis, peningkatan jumlah mahasiswa internasional yang dengan sendirinya
dapat menawarkan wawasan berharga dan perspektif lain, akan disertai dengan
rencana pembangunan perumahan dan perluasan fasilitas serta staf universitas,” kata
Gerakan Pemuda Komunis atau Communist Youth Movement (CJB).
Seruan Agar Mahasiswa Internasional Tidak Datang ke
Amsterdam
Sebelumnya di musim
panas, University of Amsterdam
memberi tahu mahasiswa internasional bahwa situasi perumahan di ibu kota
Belanda sulit dan menyarankan mereka untuk tidak datang ke Amsterdam jika
mereka belum menemukan tempat tinggal sebelumnya.
Setelah permintaan
akomodasi penuh, sekolah mengirim email kepada mahasiswa yang memberi tahu
mereka bahwa jika mereka belum mendapatkan tempat tinggal, maka mereka mungkin akan
kesulitan menemukan akomodasi yang sesuai.
“Pasar perumahan
Amsterdam sangat menantang. Oleh karena itu, kami mendesak Anda untuk tidak
datang ke Amsterdam untuk studi kecuali Anda telah mendapatkan perumahan yang
layak sebelum 15 Agustus 2022. Tanpa jaminan tempat tinggal, Anda kemungkinan
akan menemukan diri Anda dalam posisi yang kesulitan dan tidak dapat
melanjutkannya” kata Sekolah dalam sebuah pernyataan.
Masalah Kesehatan Mental
Sebuah studi dari Interstedelijk Studenten Overleg (ISO)
yang bekerja sama dengan lembaga kemahasiswaan lainnya menemukan bahwa sebanyak
59% mahasiswa internasional di Belanda mengalami masalah kesehatan mental,
dengan sekitar 28% dari mahasiswa ini mengatakan mereka tidak betah.
Rencana Pembangunan Rumah Mahasiswa
Untuk memperbaiki
situasi perumahan, pemerintah Belanda telah bekerja sama dengan mahasiswa,
pemerintah kota, investor swasta, institusi pendidikan tinggi dan asosiasi
perumahan untuk mengembangkan rencana selama bulan lalu, yang memperkirakan
pembangunan 60.000 rumah mahasiswa yang terjangkau dalam 8 tahun.
Selain krisis
perumahan, mahasiswa di Belanda juga melaporkan kesulitan biaya hidup, terutama
setelah kenaikan harga bahan bakar dan pangan.
Saintek
Saintek
Saintek
Trending
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib