Siswa SMK di Semarang Temukan Bug Google

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1679045192885_1679045220

Temukan Bug Google

SIAPBELAJAR.COM - Seorang siswa SMK asal Semarang berhasil menemukan celah keamanan (bug) di sistem Google. Siswa tersebut adalah Abdullah Mudzakir, siswa kelas 12 SMKN 8 Semarang berhasil menemukan bug atau celah rentan dalam sistem Google.

Mudzakir mengaku proses menemukan bug itu tidaklah mudah. Bug yang ia temukan termasuk langka dan cukup sulit ditemukan di dalam sistem Google oleh para peretas.

Saat ini kemampuan Mudzakir semakin diakui oleh perusahan-perusahaan yang menemukan dan melamporkan bug pada sistem mereka. Gak hanya itu saja, ia bahkan sudah bekerja untuk disebuah perusahaan Jakarta.

Mudzakir mengaku sebelumnya sudah empat kali menemukan bug dan melaporkannya ke Google, namun ditolak.

"Sebetulnya saya lapor di Google itu sudah lima kali. Tapi yang empat laporan itu ditolak, karena laporan saya tidak valid. Akhirnya coba cari lagi yang kelima dengan bantuan teman juga, nemu deh akhirnya," ucap Mudzakir, Senin lalu.

Mudzakir juga sempat berdebat dengan pihak Google terkait temuan bug terakhirnya itu.

"Perlu waktu hampir setengah bulan buat menjelaskan, bahwa bug yang saya temuin itu sangat rentan dan berbahaya. Jadi waktu nemu bug itu di tahun 2020 akhir, cuma diterimanya pas 2021. Dan katanya, bug saya jadi yang terbaik saat itu," tutur Mudzakir.

Hasil Berburu Bug

Berkat penemuan bug itu, Mudzakir menerima hadiah sebesar 5.000 dollar AS atau sekitar Rp 76 juta dari Google. Bukan cuma itu, Mudzakir juga menerima kartu Google bug hunters yang diberikan khusus bagi seseorang dengan kemampuan hacking (meretas) dan menemukan celah keamanan di sebuah sistem Google.

Mudzakir mengatakan, uang hasil berburu bug Google ini akan ia gunakan untuk meningkatkan kemampuannya di bidang informasi teknologi (IT).

Selain itu, dia juga ingin membeli laptop, sementara sisanya akan ditabung dan diberikan ke orang tua. Mudzakir mengatakan, orang tuanya sempat tidak merestui jalannya untuk menjadi seorang hacker atau bug hunter. Namun, lantaran berdampak positif, kedua orang tuanya akhirnya mengizinkan.

"Karena kata hacker saat itu masih tabu dan jahat. Setelah saya jelasin ke orangtua, responsnya baik," jelas Mudzakir. 

Remaja ini mengatakan dunia bug hunter bukanlah hal baru baginya. Dia sudah mulai menggeluti bidang ini sejak duduk di bangku kelas IX SMP. Dari pengalamannya berburu bug, Mudzakir juga beberapa kali menerima apresiasi.

"Selama enam bulan awal coba bug bounty tidak dapat apa-apa. Tapi setelah itu nemu bug di sistem Pemprov Jateng. Lalu mulai main ke perusahaan lain. Setelah puas yang di Indonesia, ganti cari yang di luar negeri. Kalau di luar, ada yang dapet 1.000 dollar AS, 2.000 dollar AS, 1.500 dollar AS, 4.500 dollar AS. Yang terbaru yang Google kemarin," ucap dia.

Mudzakir ingin agar anak muda sebayanya juga mau terus bersemangat dalam belajar dan mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang mereka geluti.

"Kalau yang mau terjun dibidang hacking, imannya harus kuat karena godaannya berat. Karena ada juga hacker hitam, yang sering digunakan untuk tindakan jahat seperti curi uang, sedot rekening. Kalau saya cukup yang hacker putih," jelas Mudzakir.

Meskipun belum menamatkan bangku SMK, Mudzakir kini sudah bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta yang bergerak di bidang pelayanan sistem keamanan. Penghasilannya rata-rata per bulan diklaim mencapai Rp 10 juta.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1679045192885_1679045220

Saintek

Siswa SMK di Semarang Temukan Bug Google

SIAPBELAJAR.COM - Seorang siswa SMK asal Semarang berhasil menemukan celah keamanan (bug) di sistem Google. Siswa tersebut adalah Abdullah Mudzakir, siswa kelas 12 SMKN 8 Semarang berhasil menemukan b
1676981779699_1676981667

Trending

Susan Wojcicki Mundur dari Jabatan CEO Youtube

SIAPBELAJAR.COM - CEO YouTube, Susan Wojcicki mengundurkan diri setelah sembilan tahun menjabat. Dalam sebuah unggahan blog, dia berkata bahwa dia telah memutuskan untuk memulai babak baru yang ber
1676078926232_1676078944

Saintek

Almarhum Hariyo Digantikan Orang Tua Saat Wisuda UIN Walisongo Semarang

SIAPBELAJAR.COM - Ada suasana berbeda dalam wisuda sarjana yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Dari 1.518 wisudawan, ada ayah dan ibu yang ikut diwisuda karena menggantikan
1671714595964_1671714620

Trending

Google Nantinya Bisa Baca Tulisan Tangan Dokter

SIAPBELAJAR.COM - Ketika menulis resep untuk pasien, dokter seringkali terburu-buru sehingga tulisannya susah dibaca orang awam. Google sedang meningkatkan kemampuan Google Lens agar bisa membaca tuli
1663148420357_1663148571

Trending

Dari Google Doodle untuk Hj Rangkayo Rasuna Said

SIAPBELAJAR.COM - Tanggal 14 September 2022, Google Doodle menampilkan Hajah Rangkayo Rasuna Said atau yang lebih dikenal dengan sebutan HR Rasuna Said. Lantas siapakah sebenarnya sosok HR Rasuna Said