RedDoorz dan Kemendikbud Siapkan Lapangan Kerja untuk Anak SMK

Ayu Muhafilah

Penulis : Ayu Muhafilah

0

0

Saintek
1654499834883_1654499955

Reddoorz kerja sama dengan Kemendikbud

Reddoorz menjalin kerja sama dengan Kemendikbud. Mereka akan mengembangkan pendidikan vokasi untuk anak SMK agar makin siap terjun di dunia kerja.

Berdasarkan data Kemenristekdikti, pendidikan vokasional di Indonesia terdiri dari 1.365 lembaga pendidikan. Dari jumlah itu 1.103 adalah akademi kejuruan dan 262 politeknik.

Pendidikan vokasi di Indonesia hanya 16 persen dari seluruh institusi pendidikan yang ada di tanah air. Oleh karena itu, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh 20 Mei lalu, RedDoorz Indonesia dan Direktorat Jenderal Bidang Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjalin kerjasama untuk mengembangkan pendidikan Vokasi di Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama ini dilakukan di Magelang. Dari kerja sama itu meliputi beberapa poin yaitu, pengembangan dan pemanfaatan sarana dan prasarana (bentuk kerjasama RedDoorz dan Edutel dalam hal pemasaran, dukungan manajemen operasional, dan peningkatan kualitas).

Baca juga: Mahasiswa KKN Nusa Mandiri Berikan Edukasi Siswa SD Tentang Pentingnya Vaksin

Kerja sama lainnya adalah memberikan tempat untuk PKL, magang, dan kesempatan kerja bagi siswa SMK di properti mitra RedDoorz, dan menyediakan ahli dan praktisi perhotelan untuk menjadi pendidik tamu di SMK dari tim RedDoorz.

"Pemerintah dan swasta berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Beberapa industri sudah melakukan berbagai pilot project sebelumnya, ini bisa jadi booster untuk semakin meningkatkan kolaborasi tersebut," ujar Wikan Sakarinto, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud.

Sementara itu, Firry Wahid, Direktur Hubungan Pemerintah RedDoorz Indonesia, menyambut gembira dan berharap dapat mendorong semakin banyak Edutel yang akan bergabung dalam kerjasama dengan RedDoorz.

"Saat ini kami telah bekerjasama dengan sekitar 12 Edutel yang dikelola oleh SMK di seluruh Indonesia, tersebar mulai dari Lhokseumawe hingga Manokwari. Kami akan segera menindaklanjuti dengan tim teknis terkait, sehingga semakin banyak SMK yang bisa berkolaborasi dengan kami dan teman-teman siswa SMK yang dapat memperoleh pengalaman kerja dengan terjun langsung ke industri," ucap Firry Wahid.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1690947206782_1690946649

Share and Care

INFO KIP KULIAH

Mediana.id - Info KIP Kuliah: Program Bantuan Biaya Pendidikan Tinggi dari PemerintahAnda lulusan SMA atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tetapi terkendala biaya
1686334724035_1686334810

Saintek

Kemendikbudristek Dorong Inovasi dan Kolaborasi Digital untuk Merdeka Belajar

Mediana.id- Jakarta, 9 Juni 2023 - Kemendikbudristek meluncurkan program PembaTIK dan Kihajar STEM tahun 2023 sebagai wadah bagi guru dan siswa di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan kreativit
1661859650885_1661859689

Trending

PGRI Tolak Penghapusan Pasal Tunjangan Profesi di RUU Sisdiknas

SIAPBELAJAR.COM - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) meminta supaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk tidak terburu-buru dalam pembahasan Rancanga
1661742649694_1661742671

Saintek

8 Siswa Terbaik Wakili Indonesia dalam Ajang International 2022

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengirimkan delapan Pelajar Indonesia terpilih pada ajang In
1661742321192_1661742349

Saintek

Pengamat Tanggapi Usulan Jalur Mandiri Dihapus

SIAPBELAJAR.COM - Buntut kasus suap jalur mandiri yang melibatkan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani, penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur mandiri dianggap menjadi celah terjadi korupsi. Men