Siapbelajar.com - Apple wajib mengubah warna pada perangkat iPhone. paling tidak ini terjadi di Eropa, setelah negara-negara bagian itu menyetujui penggunaan porta pengisian daya tunggal untuk ponsel, tablet, dan kamera.
Dengan kebijakan ini, Komisi Eropa menyebut akan memudahkan konsumen dan juga menghemat uang mereka. Pihak Apple tidak segera menanggapi untuk berkomentar, Rabu (8/6/2022). Tapi bukan tidak mungkin mereka akan mengembangkan iPhone tanpa port atau lubang sebagai solusinya.
Seperti diketahui, iPhone menggunakan port Lightning untuk mengisi daya dan transfer data. Apple tidak berniat beralih ke USB-C, meski beberapa produk seperti iPad dan MacBook menggunakan USB-C.
Baca Juga : Bus Listrik UI, Siap Menyambut Pelaksanaan KTT G20
Apple juga menolak proposal Uni Eropa karena menghambat inovasi meski memiliki tujuan yang baik, yaitu mengurangi sampah elektronik. Sebelumnya mereka juga berargumen kebijakan ini justru akan berdampak buruk pada lingkungan pengguna iPhone jadi harus membuang aksesoris Petir karena sudah tidak sesuai standar.
Miliki Cukup Waktu untuk Kembangkan Teknologi Terbaru
Proposal Uni Eropa ini hanya mencakup perangkat elektronik yang menggunakan kabel pengisi daya. Jadi perangkat yang hanya mendukung pengisian daya nirkabel tidak harus menyisipkan port USB-C.
Jika proposal ini disetujui oleh Parlemen Eropa, vendor ponsel dan produk elektronik memiliki waktu 24 bulan untuk mengikuti aturan baru. Artinya Apple punya cukup waktu untuk mengembangkan iPhone tanpa lubang jika tidak ingin mengikuti aturan Uni Eropa.
Beredar tentang iPhone tanpa lubang sebenarnya sudah beredar sejak lama, tepatnya saat Apple menghilangkan headphone jack di iPhone 7. Bahkan analis ternama Ming-Chi Kuo sempat memperkirakan iPhone 13 akan hadir tanpa port Lightning dan mengandalkan wireless charging.
Prediksi itu tentu tidak menjadi kenyataan, tapi bukan berarti Apple berhenti mengembangkan teknologi untuk menghadirkan iPhone tanpa lubang. Misalnya, pada tahun 2020 Apple menemukan charger nirkabel MagSafe bersama lini iPhone 12.
Baca juga: Cara Mendapatkan Skin Gojek di PUBG Mobile Gratis dan Permanen
Kembangkan Teknologi Wireless Charging
Dengan kapasitas pengisian hingga 15W untuk iPhone 13 Pro, teknologi MagSafe memang tidak sekencang yang ditawarkan vendor ponsel lainnya. Sebut saja OnePlus 9 Pro yang menawarkan pengisian nirkabel 50W. Tapi Apple mungkin sedang mengembangkan teknologi wireless charging yang lebih cepat agar bisa bersaing dengan ponsel Android.
Awal tahun ini, Kuo mengatakan Apple tidak berencana menanggalkan port Lightning di iPhone dalam waktu dekat. "Jika iPhone menanggalkan Lightning di masa depan, iPhone mungkin akan mengadopsi desain portless dengan dukungan MagSafe ketimbang port USB-C," kata Kuo, Sabtu (25/9/2021).
Ada alasan tersendiri mengapa Apple kukuh menggunakan port Lightning. Perusahaan besutan Steve Jobs ini mengandalkan bisnis lisensi MFi, di mana mereka mendapatkan pendapatan lewat aksesoris dan kabel Lightning yang dijual lewat program lisensi MFi.
Baca Juga : Apple Luncurkan iOS 16, 3 Seri iPhone ini Tidak Bisa Update iOS 16
Apple juga mengontrol standar MagSafe lewat program MFi, untuk memastikan mereka tetap mendapatkan pemasukan dari wireless charger buatan pihak ketiga yang dijual untuk iPhone.
Tapi jika Apple berhasil membuat iPhone tanpa lubang dalam dua tahun ke depan, bukan berarti masalah mereka berhenti di situ. Dengan perkembangan teknologi wireless charging sekarang yang makin beragam, bukan tidak mungkin Uni Eropa akan mengatur standar teknologinya di masa depan.
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
12 April 2026 - 20:13 wib
05 April 2026 - 21:05 wib
05 April 2026 - 16:34 wib
05 April 2026 - 16:33 wib
05 April 2026 - 16:32 wib