SIAPBELAJAR.COM - Striker Tottenham Hotspur Harry Kane, menilai gemblengan fisik luar biasa dari Antonio Conte sebagai tantangan baru. Dia sama sekali tak mempermasalahkan hal itu meskipun sempat dibikin muntah-muntah saat menjalani latihan pramusim sepulang liburan.
Harry Kane memiliki pemikiran positif atas latihan berat yang diberikan sang pelatih, Antonio Conte. Menurutnya, latihan tersebut bisa membawa Tottenham Hotspur tampil lebih garang musim depan.
Hal itu diungkap Kane bukan tanpa alasan. Ia menyebut menu latihan yang disuguhkan Conte benar-benar membawanya ke level yang berbeda. Lebih dari itu, ia merasa menu latihan tersebut adalah jalan pintas yang dibuat Conte demi meningkatkan performa permainan dalam waktu singkat. Maklum, The Lilywhites tak punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri jelang musim anyar.
Baca Juga: Mahasiswa Furman Berniat untuk Membawa Kembali Bisbol ke Universitas Furman
Menu Latihan Luar Biasa
Pada awal pramusim, Conte memang menggenjok para pemain Tottenham dengan keras. Setelah dua jam menjalani latihan keras, mereka disuruh melakukan sprint sepanjang lapangan. Hal itu membuat para pemain terkapar. Kane malah sampai muntah di tepi lapangan. Meskipun demikian, Kane tak mengeluh.
"Menu latihan Antonio [Conte] sangat luar biasa. Dia telah membawa tingkat kebugaran saya ke level yang berbeda," ujar Kane dikutip dari The Sun.
"Tak hanya kebugaran, mentalitas yang saya miliki pun cenderung meningkat. Apalagi, Conte dengan wataknya yang tegas bisa memberikan ancaman kepada para pemain kapan saja."
"Sehingga, saya merasa latihan kali ini benar-benar memangkas banyak waktu. Saya pikir, jika bukan Conte yang melatih, akan butuh waktu lama bagi kami untuk merasakan manfaat seperti ini. Jadi, menu latihan yang diberikan sangat bagus untuk mengarungi musim depan,"
Lebih lanjut, dia mengatakan, “Aku selalu belajar dari tahun ke tahun, jadi lebih berpengalaman dan lebih baik. Namun, dengan seseorang seperti Antonio, itu semua jadi berjalan lebih cepat. Aku berada dalam kondisi bagus. Masih ada yang harus dilakukan pada pramusim. Aku merasa masih bisa memberikan lebih lagi. Semoga saja aku bisa menunjukkannya pada musim depan.”
Walau harus dibarengi dengan laga uji coba, Conte diketahui tak segan-segan menyuguhkan menu latihan berat. Ketika memulai latihan perdana pada Senin (11/7) lalu, pelatih asal Italia itu telah membuat banyak pemain Tottenham tepar, termasuk Kane.
Baca Juga: Tasawuf Metode Pembersihan Jiwa dan Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Dari hasil latihan keras itu sudah dirasakan dampaknya oleh Tottenham. Mereka menang 6-3 saat melawan tim K-League.Saat bertanding di Seoul World Cup Stadium, pada 13 Juli 2022, Kane dan Son mencetak dua gol. Dua gol lainnya dibukukan oleh Erik Dier dan bunuh diri Ki Jin-hyuk.
Setelah itu, Spurs bermain imbang 1-1 dengan Sevilla saat bertanding di Suwon World Cup Stadium, Sabtu (16/7). Kane mencetak satu gol, disamakan Ivan Rakitic.
Kane mengaku banyak belajar pada Conte. Cara Conte mempersiapkan tim untuk menghadapi pertandingan membuat Kane terkesan.
"Antonio sungguh fantastis. Saya belajar dari setiap manajer yang pernah bekerja dengan saya. Antonio mungkin membawa level kebugaran saya ke level berbeda," kata Kane di 90min.
"Mentalitasnya, bersama dengannya setiap hari melihat dia melihat dia bersiap, cara dia membawa gairahnya dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari anak asuhnya, saya sudah belajar dari itu."
Berharap Akhiri Puasa Gelar
Menilik pramusim dengan latihan intensitas tinggi, terutama soal kebugaran fisik, Harry Kane optimistis menatap musim baru. Apalagi, Tottenham Hotspur juga mampu mendatangkan sejumlah pemain baru. Tak tanggung-tanggung, dia berharap Spurs pada akhirnya akan mampu meraih trofi bergengsi.
“Ada atmosfer bagus di klub saat ini. Namun, seperti biasa, kami harus keluar dan tampil, terutama pada saat-saat menentukan. Kami selama beberapa tahun ini tak mampu melakukan itu. Semoga saja, dengan manajer ini, skuat ini, kami benar-benar dapat bersaing dan melakukan sesuatu yang spesial,” urai Kane.
Keinginan meraih trofi itu kini jadi prioritas Kane. Dia mengaku fokusnya hanyalah untuk tim, bukan target pribadi yang antara lain melewati koleksi gol Jimmy Greaves di Tottenham dan Alan Shearer di Premier League. “Aku hanya akan mencoba menolong klub dengan berusaha mencetak gol. Dari sudut pandang klub, target utama tetap meraih trofi,” kata dia lagi.
Sejak kali terakhir juara pada 1960-61, Tottenham Hotspur belum pernah lagi menjadi yang terbaik di Inggris. Adapun trofi terakhir yang direngkuh adalah Piala Liga Inggris musim 2007-08. Setelah itu, mereka selalu gigit jari, termasuk saat lolos ke final Liga Champions 2018-19.
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
06 February 2024 - 20:07 wib
14 August 2023 - 07:35 wib
14 August 2023 - 07:27 wib
10 August 2023 - 13:09 wib
09 August 2023 - 11:28 wib