SIAPBELAJAR.COM - Mahasiswa baru Elon University, Aaron Chan dianugerahi beasiswa sebesar $1,500 atau sekitar Rp 22,3 juta oleh Negative Population Growth Annual Essay Scholarship Contest.
Chan yang berasal dari Garner, North Carolina, menulis esainya tentang bagaimana pertumbuhan penduduk mempengaruhi jejak ekologis dan biokapasitas Amerika Serikat.
“Saya melihat apa yang
saya pikir benar dan apa yang saya amati di sekitar saya. Ketika saya melakukan
penelitian, itu adalah hal-hal yang menurut saya paling penting,” kata Chan.
Chan bersaing dengan siswa sekolah menengah atas lainnya yang saat ini terdaftar sebagai mahasiswa sarjana. Mereka ditugaskan untuk menulis esai asli sebanyak 450 hingga 600 kata untuk menanggapi permintaan yang diberikan.
Chan mengetahui lomba melalui fastweb.com, sebuah situs kumpulan beasiswa. Selain lomba esai Negative Population Growth (NPG), Chan mengajukan 13 kompetisi beasiswa lainnya. Dan sejauh ini ia telah memenangkan dua esai tentang kebangkrutan dan krisis utang mahasiswa serta video tentang proses mengemudi yang terganggu.
Tidak Melibatkan Orang Lain
Chan mengatakan bahwa selama proses penulisan dan pendaftarannya, dia tidak menunjukkan kepada orang lain mengenai karyanya dan hanya mengandalkan hasil suntingannya sendiri.
“Awal tahun ini, saya
memutuskan bahwa saya ingin memanfaatkan musim panas untuk mengajukan
beasiswa. Saya senang menulis, jadi saya menggunakan waktu saya dengan baik”
kata Chan.
Kata Marlene Molewyk
Marlene Molewyk, salah
satu mentor Chan yang membantu meningkatkan keterampilan menulisnya mengatakan, bahkan sebelum dia bekerja dengan Chan, Chan berbakat dalam artikulasi
(pengucapan kata).
“Dia datang kepada saya ketika dia mencoba untuk membawa tulisannya ke tingkat yang baru. Dia adalah salah satu penulis terbaik yang pernah bekerja dengan saya” kata Molewyk. “Dia benar-benar pandai secara intuitif dan mengetahui cara terbaik untuk menyajikannya kepada para audiens” tambahnya.
Motivasi dari Diri Sendiri
Ibu Chan dan guru homeschooling-nya, Phyllis Chan mengatakan bahwa dia menyuruh putranya untuk mencari beasiswa. Tetapi motivasi besar untuk mendaftar beasiswa, sepenuhnya didorong oleh dirinya sendiri.
“Dia akan berdiskusi
dengan kami mengenai apa yang mungkin dia tulis atau beberapa ide yang akan dia
tulis. Tapi saya benar-benar tidak tahu berapa banyak yang dia tulis. Saya
merasa sangat bangga padanya, dia bertekad untuk mengumpulkan dana, dengan satu
atau lain cara” kata Phyllis.
Rasa Syukur atas Beasiswa yang Didapat
Chan mengatakan bahwa dia
sangat bersyukur telah memenangkan beasiswa ini untuk membantunya membayar
biaya kuliah. Dia juga merasa bangga karena waktu yang dia habiskan untuk
menulis dan bekerja telah terbayarkan.
“Beasiswa itu sangat
berarti bagi saya dan keluarga saya untuk membantu membiayai pendidikan saya. Saya
benar-benar merasa terhormat untuk menang dan tulisan saya diakui” kata Chan.
Rencana dan Saran
Saat di Elon, Chan
berencana untuk belajar Seni Bioskop dan Televisi. Ia pun berharap dapat
terlibat dengan Pusat Penulisan Kernodle.
Chan juga mengatakan
sarannya untuk siswa yang ingin mengajukan beasiswa, mereka bisa memulai dengan
menemukan topik yang menurut siswa akan menarik untuk diangkat.
“Temukan fokus topik
Anda dan kembangkan strategi” kata Chan.
Share and Care
Saintek
Saintek
Saintek
Saintek
05 April 2026 - 21:06 wib
10 August 2023 - 12:55 wib
10 August 2023 - 10:17 wib
10 August 2023 - 10:13 wib
10 August 2023 - 10:10 wib