SIAPBELAJAR.COM - Sahabat siapbelajar, aksi begal rekening dengan modus Social Engineering atau Soceng belakangan ini marak terjadi di Indonesia. Salah satu yang tengah viral adalah beredarnya informasi palsu di jejaring media sosial yang mengatasnamakan pihak bank.
Social engineering sendiri merupakan tindak kejahatan dengan memanipulasi psikologis korban untuk membocorkan data pribadi dan data perbankan korban.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan setidaknya ada 4 modus yang perlu diketahui dan diwaspadai oleh masyarakat agar terhindar dari kejahatan soceng atau begal rekening yang tengah merajalela. Berikut penjelasannya yang telah kami rangkum.
Baca juga: Sandiaga Uno Targetkan, Dua Juta Lapangan Kerja untuk Santri Digitalpreneur
1. Info Perubahan Tarif Transfer
Bank
Modus ini dilakukan oleh penipu
dengan berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan
tarif transfer bank kepada korban. Selanjutnya, penipu akan meminta korban
mengisi link formulir yang berisi mengenai data pribadi seperti PIN, OTP dan
password.
2. Tawaran Menjadi Nasabah
Prioritas
Belum lama ini terjadi tindak
penipuan yang mengatasnamakan Bank BCA dengan berkedok tawaran menjadi nasabah
prioritas untuk mengelabui korban.
Modusi ini dilakukan dengan cara
menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan berbagai macam rayuan
promosi. Selanjutnya, penipu akan meminta korban memberikan data pribadi
seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password.
3. Akun Layanan Konsumen Palsu
Sahabat siapbelajar, tentunya sering
menjumpai akun layanan konsumen yang mengatasnamakan bank di media sosial. Akun
ini biasanya muncul ketika nasabah menyampaikan keluhan terkait layanan
perbankan.
Penipu yang mengatasnamakan bank
di media sosial ini akan mengarahkan nasabah untuk menghubunginya via direct
message sebelum akhirnya mengarahkan nasabah ke website palsu untuk mengisi
data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP dan password.
Untuk mencegah tindakan kejahatan
seperti ini, ada baiknya sahabat siapbelajar memastikan dan mengecek kembali
profil akun layanan bank tersebut serta pastikan akun tersebut memiliki tanda
centang biru.
4. Tawaran Menjadi Agen Laku
Pandai
Modus begal rekening lainnya
adalah penipu menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan
rumit. Biasanya penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk
mendapatkan mesin EDC.
Lebih lanjut, OJK menekankan jika petugas bank tidak akan meminta atau menanyakan data pribadi seperti Password, PIN, MPIN, dan OTP.
Untuk itu, pastikan cek kembali keaslian nomor telepon,
akun media sosial, email, dan website bank agar tidak terjadi hal-hal yang
tidak kita inginkan. Tetaplah berwaspada, sahabat siapbelajar!
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib