SIAPBELAJAR.COM - Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency/UKHSA) mengumumkan bahwa pihaknya dan Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan UK telah menemukan virus polio dalam sampel limbah.
Sampel tersebut dikumpulkan oleh London Beckton Sewage Treatment Works pada bulan Februari hingga Mei 2022.
Kepala kelompok penelitian epidemiologi vaksin di Imperial College London Prof Nicholas Grassly mengatakan polio adalah penyakit yang bertahan di beberapa bagian termiskin di dunia dan Inggris cukup sering mendeteksi impor virus selama pengujian rutin limbah.
Baca juga: Hujan Bulan Juni
Permasalahan Kesehatan
Kemunculan virus ini tentu saja langsung dinyatakan insiden nasional oleh pejabat kesehatan masyarakat setelah dilakukan pengawasan rutin air limbah di Utara dan Timur kota London.
Dilansir The Guardian, mereka menemukan bukti penularan komunitas virus polio untuk pertama kalinya setelah empat dekade.
Wabah ini diyakini dipicu oleh seseorang yang kembali ke Inggris setelah mendapatkan vaksin polio oral dan menyebarkannya secara lokal.
Virus polio yang ditemukan ini diketahui ada dalam tinja seseorang yang baru saja melakukan vaksin polio di negara berbeda dan melakukan perjalanan kembali ke Inggris.
Sebelumnya, kasus terakhir polio di Inggris ditemukan 38 tahun lalu, tepatnya pada 1984. Inggris pun telah dinyatakan bebas polio pada tahun 2003 lalu oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tidak jelas berapa banyak virus telah menyebar, tetapi mungkin terbatas pada satu rumah tangga atau keluarga besar.
Kendati tidak ada kasus penyakit atau kelumpuhan terkait yang telah dilaporkan, dan risiko bagi masyarakat umum dianggap rendah, tetapi pejabat kesehatan masyarakat mendesak orang-orang untuk memastikan bahwa mereka dan keluarga mereka mendapatkan informasi terbaru tentang vaksinasi polio untuk mengurangi risiko bahaya.
"Virus polio yang diturunkan dari vaksin memiliki potensi untuk menyebar, terutama di komunitas di mana penyerapan vaksin lebih rendah,” kata konsultan epidemiologi di UKHSA, Kamis (23/6/2022).
“Pada kesempatan langka bisa menyebabkan kelumpuhan pada orang yang tidak sepenuhnya divaksinasi. Jadi, jika anda atau anak anda tidak up-to-date dengan vaksinasi polio anda, penting anda untuk menghubungi dokter anda untuk mengejar ketinggalan atau jika tidak yakin periksa buku merah anda," katanya.
"Sebagian besar populasi Inggris akan dilindungi dari vaksinasi di masa kanak-kanak, tetapi di beberapa komunitas dengan cakupan vaksin yang rendah, individu mungkin tetap berisiko," tambahnya.
Tes pada limbah di Inggris itu dilakukan dengan cara biasanya mengambil beberapa sample virus polio yang tidak terkait setiap tahun.
Ini datang dari orang-orang yang telah diberi vaksin polio oral di negara lain dan kemudian melakukan perjalanan ke Inggris.
Orang yang diberi vaksin oral dapat melepaskan virus hidup yang dilemahkan yang digunakan dalam vaksin dalam tinja mereka selama beberapa minggu.
Namun sampel London yang terdeteksi sejak Februari itu meningkatkan alarm karena mereka terkait satu sama lain dan mengandung mutasi yang menunjukkan virus berkembang saat menyebar dari orang ke orang.
Menular
Virus polio bisa menyebar melalui kebersihan tangan yang buruk dan makanan dan air yang terkontaminasi, atau lebih jarang melalui batuk dan bersin.
Rute penularan yang umum adalah orang mendapatkan tangan yang terkontaminasi setelah menggunakan toilet dan kemudian menularkan virus dengan menyentuh makanan yang dikonsumsi orang lain.
Inggris sediri memiliki penyerapan vaksin polio yang baik, dengan 95% anak berusia lima tahun telah mendapatkan suntikan, cakupannya tertinggal di belakang di London, dengan hanya 91,2% anak-anak yang divaksinasi dalam kelompok usia tersebut.
Menanggapi deteksi virus, NHS akan menghubungi orang tua dari anak-anak yang tidak up-to-date dengan vaksinasi polio mereka.
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
Seniraga
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib