MBA Global Monash Business School Melesat ke Peringkat 100 Teratas dalam Peringkat QS Executive MBA 2022
SIAPBELAJAR.COM - Program MBA Eksekutif Global Monash Business School telah membuat debut yang menakjubkan diantara jajaran program MBA eksekutif paling bergengsi di dunia, peringkat no. 34 dalam edisi terbaru peringkat QS Executive MBA 2022.
Ini adalah pertama kalinya program Monash GEMBA yang diluncurkan empat tahun lalu pada 2018 muncul dalam peringkat pendidikan eksekutif yang ditonton secara luas. Program ini juga menduduki peringkat ke-9 di kawasan Asia Pasifik.
Program paruh waktu intensif selama 15 bulan untuk manajer berpengalaman Global Executive MBA di Monash Business School membedakan dirinya dari pesaing dengan fokus kuat pada kemitraan global dengan sekolah bisnis terkemuka dunia lainnya dan tingkat eksekutif yang sangat berpengalaman bekerja dengan perusahaan teknologi terkemuka.
Baca juga: PTN dengan Prodi Akreditasi A Terbanyak
Membedakan Diri Secara Global
GEMBA membedakan dirinya secara global dengan kemitraannya
dengan sekolah bisnis internasional terkemuka INSEAD (Fontainebleau, Prancis),
Sekolah Bisnis Internasional China-Eropa (Shanghai, Cina) dan Sekolah Bisnis
Stern Universitas New York (NYC, AS).
Profesor Simon Wilkie, Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi dan
Kepala Sekolah Bisnis Monash mengatakan bahwa ini adalah peringkat debut yang
luar biasa.
“Saya mengucapkan selamat kepada Profesor Patrick Butler dan timnya yang berkomitmen tinggi atas hasil ini. Kita hidup di dunia yang terhubung secara global dan aliran data, ide, serta bakat yang diberikan oleh program ini sangat penting untuk membuat dampak yang signifikan dan bertahan lama.” kata dia.
Program yang Memberikan Dorongan bagi Para Manager
Profesor Patrick Butler, Direktur Global Executive MBA
mengatakan bahwa program Monash memberikan dorongan penting bagi para manajer
yang ingin maju ke posisi yang lebih bertanggung jawab dan senior.
“Kami tahu bahwa hari ini, kepemimpinan dan persyaratan
strategis C-suite bukan hanya tentang menunjukkan keterampilan spesialis dan
lebih banyak tentang membuat kontribusi yang matang untuk masalah strategi yang
kompleks, serta mengetahui bagaimana mengembangkan bisnis di lingkungan yang
selalu berubah dan sering memecahbelah” kata Profesor Butler.
Ia pun menambahkan bahwa dengan dukungan dan pengawasan
akademisi serta profesor praktik yang berpengalaman, peserta GEMBA bekerja
dengan perusahaan di bidang manufaktur maju, ilmu kehidupan, dan proyek
transformasi digital untuk memahami dan menerapkan model bisnis mutakhir di
sektor baru.
Trending
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib