SIAPBELAJAR.COM - Dalam empat hari terakhir, suhu panas di
Jepang memecahkan rekor temperatur terpanas hampir 150 tahun terakhir untuk
bulan Juni pada Selasa (28/6/2022).
Pada hari ini suhu di ibu kota mencapai 35,1 derajat Celcius
pada pukul 1 siang waktu setempat (28/6/2022).
Dengan tiga hari berturut-turut suhu mencapai 35 derajat
Celcius dengan rentan cuaca terpanas pada bulan Juni sejak pencatatan yang
dimulai pada tahun 1875.
Baca Juga: Dukungan untuk Siswa dan Akademisi yang Tergusuroleh Perang di Ukraina
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan suhu tertinggi akan mencapai
36 derajat Celcius untuk Tokyo pada hari Kamis dan 35 derajat Celcius pada
Jumat.
Kasus rawat inap akibat sengatan panas meningkat pada pagi hari, pada pukul 09.00 waktu setempat ada 13 orang telah dibawa ke rumah sakit dengan dugaan sengatan panas.
Isu Energi
Gelombang panas datang kurang dari dua minggu sebelum
pemilihan nasional di mana harga, termasuk biaya listrik, adalah salah satu isu
utama yang dipilih oleh pemilih dalam jajak pendapat untuk menunjukkan
peringkat persetujuan terhadap pemerintah. Sejumlah politisi termasuk gubernur
Tokyo mendesak pemotongan harga listrik.
Pemerintah memperingatkan pada Senin (27/6/2022) bahwa
kapasitas pembangkit cadangan bisa turun di bawah 5% pada Selasa sore,
mendekati minimum 3% yang menjamin pasokan yang stabil, di Tokyo dan delapan
prefektur sekitarnya. Cadangan kapasitas di bawah 3% berisiko kekurangan
listrik dan pemadaman.
Kantor-kantor pemerintah pada Senin, termasuk Kementerian
Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI), mematikan beberapa lampu di sore dan
malam hari, dengan METI menghentikan penggunaan 25% lift di gedungnya.
Baca Juga: Daftar di Sini! Mulai 1 Juli Pembeli BBM Bersubsidi Harus Terdaftar di My Pertamina
Diluar itu pihak berwenang meminta konsumen di wilayah Tokyo
untuk menghemat listrik guna menghindari pemadaman.
"Tampaknya ada beberapa orang tua yang mematikan AC
mereka karena kami meminta orang untuk menghemat energi, tapi tolong - ini
panas - jangan ragu untuk mendinginkannya," kata menteri perdagangan dan
industri Koichi Hagiuda dalam konferensi pers.
Secara ekonomi, panas bisa menjadi pedang bermata dua, kata Yoshiki Shinke, ekonomi eksekutif senior di Dai-ichi Life Research Institute.
Ekonomi
Trending
Trending
Saintek
Ekonomi
05 April 2026 - 21:19 wib
05 April 2026 - 18:33 wib
05 April 2026 - 16:22 wib
05 April 2026 - 09:13 wib
05 April 2026 - 09:11 wib